Seminar Nasional PBAK FSH 2026: Membangun Mahasiswa sebagai Pelopor Tatanan Hukum yang Berkeadilan
Seminar Nasional PBAK FSH 2026: Membangun Mahasiswa sebagai Pelopor Tatanan Hukum yang Berkeadilan

BERITA FSH, Lapangan Student Center - Setelah mengikuti sesi Wawasan Ke-Fakultasan, mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melanjutkan rangkaian kegiatan PBAK FSH 2026 Day 2 melalui agenda Seminar Nasional PBAK FSH 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Seminar nasional mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum sebagai Pelopor Tatanan Hukum yang Berkeadilan melalui Karakter Adaptif, Beretika, dan Berintegritas”. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Anandra Akbar Albarii Amran dan menghadirkan tiga narasumber dari kalangan praktisi serta aparatur penegak hukum.

Narasumber pertama, Alwanih, S.H.I., S.H., M.H., CPM., CMed., CPArb., CLI., menyampaikan materi bertajuk “Benteng Integritas dalam Mengawal Realitas Penegakan Hukum di Indonesia.” Dalam pemaparannya, ia menyoroti berbagai tantangan penegakan hukum di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, penguasaan teori hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas dan etika profesi. Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum juga didorong untuk memperluas kompetensi, tidak hanya dalam bidang litigasi, tetapi juga dalam berbagai alternatif penyelesaian sengketa, seperti mediasi dan arbitrase.

Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan sistem hukum berbasis digital tanpa mengabaikan nilai kejujuran, profesionalisme, dan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi di bidang hukum.

Materi berikutnya disampaikan oleh Yang Mulia Dra. Hj. Muhayah, S.H., M.H., Hakim Agung Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, dengan tema “Kompas Moral dan Etika Kepemimpinan.”

Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya moralitas dan etika kepemimpinan dalam dunia peradilan. Etika, menurutnya, menjadi kompas moral yang mengarahkan seorang hakim maupun aparat penegak hukum agar tetap berpegang teguh pada nilai keadilan dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan maupun intervensi dari berbagai pihak.

Beliau juga menyoroti pentingnya etika yudisial, empati terhadap para pencari keadilan, serta keberanian moral dalam mengambil keputusan. Mahasiswa baru diingatkan bahwa integritas dan reputasi seorang penegak hukum tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kebiasaan untuk bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak masa perkuliahan.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Ilman Hasjim, S.H.I., M.H., Panitera Muda/Asisten Koordinator Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, menyampaikan materi bertajuk “Aksi Nyata dan Inovasi Pelopor Hukum dalam Menghadapi Era Perubahan.”

Dalam paparannya, Dr. Ilman Hasjim menjelaskan pentingnya modernisasi tata kelola peradilan dalam menghadapi perkembangan zaman. Pengelolaan administrasi perkara yang tertib, transparan, dan berbasis teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung terwujudnya sistem peradilan yang efektif dan efisien.

Selain itu, beliau juga menguraikan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai luhur hukum Islam dalam merespons berbagai persoalan hukum kontemporer. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum untuk terus mengembangkan inovasi serta mengambil peran sebagai pelopor perubahan dalam mewujudkan sistem hukum yang responsif dan berkeadilan.

Seminar nasional berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah mahasiswa baru dari berbagai program studi turut menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber, di antaranya Hidan dan Fadhilah dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, serta Nindi dan Akbar dari Program Studi Hukum Tata Negara.

Antusiasme mahasiswa dalam sesi diskusi menunjukkan semangat kritis dan keinginan mahasiswa baru untuk memahami lebih jauh tantangan penegakan hukum serta peran generasi muda dalam membangun masa depan hukum Indonesia.

Rangkaian Seminar Nasional PBAK FSH 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan wawasan yang telah diberikan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, panitia, dan mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Hukum.

Setelah seminar nasional berakhir, moderator menyerahkan kembali jalannya acara kepada MC semi formal. Selanjutnya, seluruh peserta diarahkan untuk memasuki waktu Istirahat, Sholat, dan Makan (ISHOMA) dengan proses mobilisasi yang didukung oleh Divisi Koordinator Lapangan dan Divisi Acara.

Melalui Seminar Nasional PBAK FSH 2026, mahasiswa baru diharapkan memperoleh pemahaman awal mengenai pentingnya karakter adaptif, etika, dan integritas dalam menghadapi perkembangan dunia hukum. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk tumbuh menjadi generasi pelopor yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya tatanan hukum yang berkeadilan.

SEMPBAK6SEMPBAK4

SEMPBAK2SEMPBAK5SEMPBAK3SEMPBAK1