Perkuat Silaturahmi dan Daya Kritis Mahasiswa, Prodi HTN UIN Ponorogo Gelar Studi Banding ke UIN Jakarta
BERITA FSH, Teater lt.2 — Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Ponorogo menggelar kunjungan studi banding ke Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kunjungan yang membawa rombongan sekitar 40 mahasiswa serta jajaran pimpinan prodi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menggali inspirasi pengembangan akademik dan kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi HTN UIN Ponorogo, Dr. Martha Eri Safira, M.H., mengungkapkan apresiasinya atas penyambutan hangat dari pihak UIN Jakarta. Beliau menyampaikan bahwa rekam jejak prestasi mahasiswa HTN UIN Jakarta menjadi pemantik semangat bagi kampus daerah untuk terus berkembang.
"Kami banyak mendengar prestasi adik-adik HTN UIN Jakarta, tidak hanya di bidang akademik dan non-akademik, tetapi juga keberanian mereka melakukan tes materi (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi," ujar Dr. Martha.
Beliau menekankan pentingnya melatih mahasiswa agar memiliki daya kritis yang tidak sekadar disalurkan melalui aksi demonstrasi di jalanan, melainkan juga dieksekusi menjadi dokumen serta langkah hukum yang berpayung legalitas. Selain aspek kemahasiswaan, kunjungan ini juga menjadi wadah diskusi antar-pengelola prodi terkait tata kelola akreditasi nasional melalui sistem SAPTO maupun strategi meraih akreditasi internasional.
Dorong Kolaborasi dan Budaya Literasi Kampus
Menyambut kedatangan rombongan dari Jawa Timur, Wakil Dekan 2 Bidang Administrasi Umum FSH UIN Jakarta, Dr. Afwan Faizin, M.A., menyampaikan permohonan maaf dari Dekan Prof. Dr. Muhammad Maksum yang berhalangan hadir. Pihaknya menyambut baik inisiatif pertukaran ilmu dan pengalaman antar-perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) ini.
Mengutip nilai-nilai pembelajaran, Dr. Afwan mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan momentum studi banding ini sebagai sarana siirū fil ardli menimba hikmah dan pengalaman positif dari tempat lain untuk dibawa pulang ke daerah asal.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan iklim akademik di FSH UIN Jakarta yang didukung oleh keberadaan Lembaga Studi Non-Struktural (LSO). Lembaga-lembaga yang diinisiasi langsung oleh mahasiswa ini dinilai sukses melahirkan bibit-bibit unggul di bidang debat hukum nasional hingga kompetisi peradilan semu (moot court).
"Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang bisa kita bagikan bersama. Harapannya, pertukaran pikiran ini membawa manfaat nyata bagi kemajuan Prodi HTN, baik di UIN Jakarta maupun UIN Ponorogo," tutur Dr. Afwan menutup sambutannya.
Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antar-mahasiswa dan pengelola prodi, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh rangkaian kegiatan studi banding tersebut.






