FSH UIN Jakarta Gelar International Guest Lecturer Bahas Green Campus dan Sistem Kantin Mahasiswa di Jerman
FSH UIN Jakarta Gelar International Guest Lecturer Bahas Green Campus dan Sistem Kantin Mahasiswa di Jerman

BERITA FSH, Ruang Rapat madya - Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecturer bertema Green Campus, Green Canteen pada Senin, 9 Maret 2025 bertempat di Ruang Rapat Madya FSH UIN Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Ibu Esie Hanstein, Dosen di Universitas Leipzig dan Universitas Humboldt yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya terkait konsep kampus berkelanjutan serta sistem penyediaan makanan bagi mahasiswa di universitas-universitas di Jerman.

Acara diawali dengan sambutan dari Prof. Kamarusdiana, M.H., Wakil Dekan III FSH UIN Jakarta, yang menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa. Dalam sambutannya, ia juga menyinggung peluang student mobility atau mobilitas mahasiswa ke Jerman sebagai salah satu langkah untuk memperluas pengalaman belajar dan memperkuat jejaring internasional mahasiswa FSH.

Dalam pemaparannya, Ibu Esie Hanstein menjelaskan berbagai peluang bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program pertukaran pelajar di Jerman. Ia menyarankan agar mahasiswa mengupayakan agar kegiatan mobilitas internasional dapat diakses secara gratis atau dengan biaya yang minimal dengan mencari dukungan pendanaan dari kementerian pendidikan maupun lembaga internasional. Salah satu lembaga yang dapat dihubungi adalah DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) yang memiliki peran penting dalam mengelola dan memfasilitasi program pertukaran pelajar serta kerja sama akademik di Jerman.

Selain membahas mobilitas mahasiswa, Ibu Esie juga memaparkan sistem layanan kantin mahasiswa di Jerman yang dikenal dengan istilah mensa. Kantin ini merupakan bagian dari fasilitas universitas yang menyediakan makanan bersubsidi bagi mahasiswa sebagai bagian dari layanan kampus. Secara nasional, terdapat sekitar 875 fasilitas gastronomi kampus di Jerman yang meliputi kantin, bistro, dan kafetaria.

Setiap harinya, sekitar 1,5 juta porsi makanan disajikan di seluruh universitas di Jerman, dengan layanan utama difokuskan pada waktu makan siang yang dianggap sebagai waktu makan paling penting bagi mahasiswa. Dalam pengelolaannya, standar keamanan pangan dan kebersihan diterapkan secara sangat ketat dengan menggunakan konsep HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) sebagai dasar pengawasan keamanan pangan.

Lebih lanjut, standar kualitas penyediaan makanan juga dikembangkan oleh Dinas Layanan Kesehatan setempat (DGE) yang menetapkan pedoman khusus bagi penyediaan makanan bersama. Porsi makanan yang disajikan biasanya dihitung berdasarkan pedoman tersebut, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan mahasiswa.

Di Berlin, dinas layanan kemahasiswaan memfokuskan kebijakan penyediaan makanan pada konsep menu yang seimbang, berkualitas, dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas dan standar hidangan dilakukan melalui berbagai uji coba menu secara berkala guna memastikan kualitas gizi dan keberlanjutan tetap terjaga.

Menutup pemaparannya, Ibu Esie Hanstein menegaskan bahwa perubahan menuju dunia yang lebih baik dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa jika ingin mengubah dunia, masyarakat perlu mulai mengubah pola makan dan pola penggunaan kendaraan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kegiatan International Guest Lecturer ini, FSH UIN Jakarta berharap dapat memperluas wawasan sivitas akademika mengenai praktik green campus serta membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, khususnya dalam bidang mobilitas mahasiswa dan pengembangan layanan kampus yang berkelanjutan.[NA]

hihhlgiukll

ggkuihk