Doktor Ilmu Syariah FSH UIN Jakarta Hadirkan Akademisi Universiti Malaya, Bahas Peluang Riset Hukum Ekonomi Syariah
Doktor Ilmu Syariah FSH UIN Jakarta Hadirkan Akademisi Universiti Malaya, Bahas Peluang Riset Hukum Ekonomi Syariah

Berita Fsh, Ruang Meeting Lt.2 — Program Studi Doktor Ilmu Syariah (DIS), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menghadirkan akademisi Universiti Malaya, Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Mohd. Zaidi bin Daud, dalam perkuliahan dosen tamu bertema “Exploring Research Frontiers in Sharia Economic Law, Social Finance and the Halal Industry”, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan FSH UIN Jakarta, Prof. Dr. Kamarusdiana, M.H., Sekretaris Program Studi DIS, Dr. Masyrofah, S.Ag., M.Si., serta mahasiswa Program Doktor Ilmu Syariah.

Dalam pemaparannya, Dr. Mohd. Zaidi bin Daud, yang merupakan akademisi dari Department of Syariah and Law, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, mengulas berbagai isu kontemporer dalam hukum ekonomi syariah dengan membandingkan perkembangan di Indonesia dan Malaysia. Diskusi juga menyoroti peluang penelitian di bidang hukum ekonomi syariah, keuangan sosial Islam (Islamic social finance), dan industri halal.

Mahasiswa DIS menyambut perkuliahan tersebut dengan antusias melalui diskusi mengenai isu-isu aktual dan pengembangan topik penelitian yang potensial untuk disertasi. Pertukaran gagasan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif komparatif serta mempertajam arah penelitian sesuai dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Kehadiran dosen tamu dari Universiti Malaya menjadi bagian dari upaya FSH UIN Jakarta dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan akademik internasional. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian doktoral yang lebih mendalam, inovatif, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.