Coaching Clinic Pra-ICLJ ke-10 FSH UIN Jakarta: Perkuat Kualitas Riset dan Publikasi Ilmiah
Coaching Clinic Pra-ICLJ ke-10 FSH UIN Jakarta: Perkuat Kualitas Riset dan Publikasi Ilmiah

Berita Fsh, Ruang Meeting Lt.2 - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah melalui kegiatan Coaching Clinic: Developing Research Problems and Writing for Publication yang diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026, di ruang meeting lantai 2 FSH. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra International Conference on Law and Justice (ICLJ) ke-10 yang rutin digelar setiap tahun.

Acara dibuka dengan sambutan dan pengarahan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Mesraini, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ICLJ merupakan agenda strategis fakultas yang tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu, tetapi juga sarana mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan publikasi bereputasi. Ia menambahkan bahwa coaching clinic menjadi tahap penting untuk mematangkan artikel ilmiah sebelum disubmit ke forum konferensi maupun jurnal terindeks, termasuk Scopus, yang menjadi target institusi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu membangun semangat akademik para peserta untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Theresia Dyah Wirastri, S.H., M.A., Ph.D, akademisi dengan rekam jejak publikasi dan sitasi yang tinggi, membagikan pemahaman mendalam terkait strategi merumuskan masalah penelitian serta teknik penulisan ilmiah untuk publikasi. Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Indra Rahmatullah, SH.I., M.H ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi.

Dalam pemaparannya, Theresia menekankan pentingnya menentukan masalah penelitian yang jelas dan terarah. Ia menjelaskan bahwa sumber masalah dapat berasal dari literature review, penelitian terdahulu, maupun observasi lapangan. Menurutnya, penelitian yang baik harus memiliki alur yang runut, logis, dan fokus, serta didukung oleh pertanyaan penelitian yang relevan dan memiliki urgensi untuk dijawab.

Selain itu, ia memperkenalkan metode FINER (Feasible, Interesting, Novelty, Ethical, Relevant) sebagai kerangka dalam menyusun pertanyaan penelitian yang berkualitas. Prinsip ini dinilai penting agar penelitian tidak hanya layak dilakukan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Aspek etika penelitian turut menjadi perhatian utama dalam sesi ini. Theresia menegaskan pentingnya prinsip “Do No Harm”, yang mencakup perlindungan identitas informan, sensitivitas terhadap kondisi psikologis responden, penerapan informed consent, serta upaya menghindari stigma dalam hasil penelitian. “Penelitian tidak boleh merugikan pihak mana pun, dan manfaatnya harus lebih besar daripada risikonya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan tahapan dalam merumuskan pertanyaan penelitian, mulai dari melakukan kajian pustaka, menentukan ruang lingkup, hingga mengartikulasikan pertanyaan secara spesifik. Ia juga mengingatkan peserta untuk menghindari pertanyaan yang terlalu umum, serta mendorong penggunaan pendekatan socio-legal dengan pertanyaan “mengapa”, “bagaimana”, dan “sejauh mana”.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satu peserta menyoroti kendala dalam memperoleh data pada penelitian hukum ekonomi syariah. Menanggapi hal tersebut, Theresia menjelaskan bahwa penggunaan inisial dalam objek penelitian diperbolehkan sebagai bagian dari etika, sementara validasi data dapat diperkuat melalui perbandingan dengan penelitian terdahulu dan kajian literatur yang komprehensif.

Pertanyaan lain mengangkat isu penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan akademik. Theresia menjelaskan bahwa penggunaan AI diperbolehkan sebatas sebagai alat bantu, seperti merangkum literatur, namun kerangka berpikir dan analisis tetap harus berasal dari penulis. Ia juga menyampaikan bahwa institusi seperti Universitas Indonesia telah menggunakan berbagai perangkat seperti Turnitin dan Copyleaks untuk memastikan integritas akademik.

Melalui kegiatan ini, FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap para peserta dapat meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus siap berkontribusi dalam forum International Conference on Law and Justice (ICLJ) ke-10. Kegiatan coaching clinic ini juga menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berintegritas.(Nsc)

CC 6  CC 1 copy

CC 3  CC 4