Coaching Clinic ICLJ X Seri I Tekankan Penguatan Kualitas Publikasi Ilmiah Dosen
Berita FSH, Ruang Meeting Lt.2 - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Seri I dalam rangkaian International Conference on Law and Justice (ICLJ) ke-10. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026, bertempat di Ruang Meeting Lantai 2 Fakultas Syariah dan Hukum, dan menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di kalangan dosen.
Dalam sambutannya, Dekan FSH, Prof. Dr. Muhamad Maksum, menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan tuntutan penting bagi para akademisi, khususnya bagi dosen yang telah menyandang jabatan profesor. Ia menyampaikan bahwa meskipun dosen dihadapkan pada beban administrasi yang cukup tinggi, konsistensi dalam menulis tetap harus dijaga. Menurutnya, publikasi ilmiah saat ini tidak hanya menjadi kepentingan individu, tetapi juga bagian dari tanggung jawab institusi.
Dekan juga mengapresiasi partisipasi aktif para peserta dalam kegiatan ini. Ia berharap kegiatan roadshow ICLJ ke-10 dapat berjalan lancar dan seluruh peserta diberikan kesehatan serta kesempatan untuk berpartisipasi langsung pada konferensi yang akan diselenggarakan di Malang pada bulan Juni mendatang.
Pada sesi utama, narasumber Dr. Zezen Zaenal Mutaqin, S.J.D., menyampaikan materi bertajuk Menulis Artikel Ilmiah yang Kuat. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami struktur penulisan ilmiah secara komprehensif, mulai dari penyusunan problem statement, perumusan research question, hingga penguatan argumentasi akademik.
Ia menjelaskan bahwa artikel ilmiah yang baik setidaknya memiliki delapan komponen utama, yakni judul, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, analisis, kesimpulan, dan referensi. Setiap bagian memiliki fungsi strategis dalam membangun argumen yang sistematis dan meyakinkan.
Lebih lanjut, Dr. Zezen menyoroti pentingnya menentukan posisi penulis dalam peta literatur. Ia menekankan bahwa literature review yang kuat harus berangkat dari identifikasi kesenjangan penelitian (research gap), yang kemudian dirumuskan dalam problem statement dengan formula: fenomena, kesenjangan, dan signifikansi.
Dalam konteks perumusan pertanyaan penelitian, ia mengingatkan bahwa research question harus disusun secara spesifik, jelas, kontekstual, dan dapat dijawab melalui data yang tersedia. Pendekatan 4W+1H (what, who, when, where, why, how) dapat digunakan untuk memperjelas fokus penelitian.
Selain itu, penguatan argumentasi akademik menjadi aspek penting dalam penulisan artikel. Ia menjelaskan bahwa artikel yang kuat harus memuat klaim utama yang didukung oleh data, warrant, backing, serta mampu mengantisipasi counter-argument. Dengan demikian, tulisan tidak hanya deskriptif, tetapi juga analitis dan kritis.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satunya membahas perbedaan fenomena nikah siri dan kawin kontrak. Menanggapi hal tersebut, Dr. Zezen menjelaskan bahwa kedua fenomena tersebut berbeda, meskipun dalam beberapa kasus nikah siri dapat menjadi bentuk kamuflase dari praktik tertentu.
Pertanyaan lain mengangkat isu tentang cara menemukan research gap dari fenomena yang kompleks. Ia menegaskan bahwa keterbatasan membaca literatur sering menjadi kendala utama. Oleh karena itu, akses terhadap jurnal dan buku, termasuk melalui database internasional seperti Scopus, harus dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, dalam menjawab pertanyaan terkait penelitian di luar bidang kepakaran, ia menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner, memperluas referensi bacaan, serta membangun kolaborasi lintas bidang sebagai strategi untuk menghasilkan penelitian yang relevan dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen dan peserta mampu meningkatkan kapasitas dalam menulis artikel ilmiah yang kuat, serta berkontribusi aktif dalam forum akademik internasional seperti ICLJ ke-10.(Nsc)

