Bangun Karier Hukum Global, FSH UIN Jakarta Hadirkan Kuliah Umum Internasional
Bangun Karier Hukum Global, FSH UIN Jakarta Hadirkan Kuliah Umum Internasional

Berita Fsh, Ruang Teater Lt.2 — Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan International Public Lecture bertema “The Reality of International Legal Practice Beyond Theory” pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Theater Room Lantai 2 FSH serta melalui platform Zoom, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai institusi.

Kegiatan ini menghadirkan Lukas Schäufele, LL.M., seorang praktisi hukum asal Jerman, sebagai pembicara utama. Acara dipandu oleh Ferinda Khairunnissa Fachri, S.H., LL.M., serta dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., M.D.C.

Dalam sambutannya, Dekan menegaskan pentingnya mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Ia menyampaikan bahwa globalisasi tidak hanya mendorong arus barang dan jasa, tetapi juga mobilitas tenaga kerja terampil lintas negara. Ia juga menyoroti bahwa meskipun jumlah warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri cukup besar, kontribusi tenaga profesional di bidang hukum masih relatif terbatas. Saat ini, tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih didominasi oleh sektor teknik, kesehatan, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta panduan bagi mahasiswa untuk meniti karier di tingkat internasional, khususnya dalam bidang hukum.

Dalam sesi utama, Lukas Schäufele membagikan pengalaman profesionalnya dalam praktik hukum internasional. Ia menekankan bahwa untuk memasuki dunia hukum global tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga diperlukan pola pikir yang tepat serta kemampuan adaptasi yang baik. Menurutnya, rasa tidak percaya diri atau merasa belum siap merupakan hal yang wajar di awal perjalanan karier. Namun demikian, mahasiswa perlu tetap percaya pada proses dan kemampuan diri. Ia menegaskan bahwa setiap kesempatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi yang dimiliki, sehingga harus dimanfaatkan sebagai motivasi untuk terus berkembang.

Lebih lanjut, Lukas menekankan pentingnya memiliki pola pikir terbuka (open-minded) serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Mahasiswa didorong untuk aktif terlibat dalam lingkungan internasional, meskipun kemampuan bahasa Inggris belum sempurna. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik hukum internasional, kemampuan komunikasi yang efektif jauh lebih penting dibandingkan kesempurnaan bahasa. Kesalahan dalam proses belajar justru menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.

Menanggapi kekhawatiran terkait latar belakang pendidikan, Lukas menegaskan bahwa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global. Ia menilai bahwa pengalaman, keterampilan, serta etos kerja menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan karier, bukan semata-mata nama besar institusi.

Kegiatan ini dikemas dalam format talk show interaktif yang memungkinkan partisipasi aktif dari peserta. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan seputar studi luar negeri, tantangan bahasa, hingga adaptasi budaya di lingkungan internasional. Sebagai bentuk apresiasi, narasumber juga memberikan souvenir kepada peserta dengan pertanyaan terbaik.

Kegiatan International Public Lecture ini ditutup dengan pesan inspiratif agar mahasiswa berani memanfaatkan peluang global dengan penuh percaya diri. Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta siap berkontribusi di kancah hukum internasional.

Public Lecture 1  Public Lecture 3

Public Lecture 4 Public Lecture 5

Public Lecture 6 Public Lecture 7