Yogyakarta, Berita FSH Online – Kegiatan workshop tracer study  tingkat nasional yang digagas oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil tema “Tracer Study Menuju Akreditasi Unggul” dilaksanakan di Hotel Jambuluwuk Yogyakarta dari hari Kamis sd Sabtu, 9 sd 11 Juni 2022. Workshop diikuti oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan, wakil dekan bidang kemahasiswaan, kepala bagian kemahasiswaan dan kasubkord bidang kemahasisaan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se – Indonesia.  Kegiatan ini dilatar belakangi oleh pentingnya pelacakan lulusan atau tracer study dalam berkontribusi pada pencapaian akreditasi unggul institusi perguruan tinggi.

Kegiatan selama 3 hari ini, diisi dengan beberapa presentasi narasumber, pengenalan aplikasi Sistem Informasi Alumni, diskusi, dan refreshing ke destinasi wisata khas Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si. sekaligus membuka acara. Beliau  mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Almakin yang tidak bisa hadir karena sedang mendampingi Menteri Agama kunjungan ke Vatikan. Beberapa Narasumber yang memperesentasikan materinya adalah 1) Amirudin Kuba, M.A., (Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat PTKI Kemenag: “Pengembangan Tracer Study di PTKIN”,  1) Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si., (Wakil Rektor Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga): “Alumni dan Tanggung Jawab Etis Perguruan Tinggi, Urgensi Pusat Karir dan Jaringan Alumni”, 3) Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A., : “Tracer Studi untuk ISK, Akreditasi, IKU (Indeks Kinerja Utama) dan Infrastruktur Pelaksanaan, 4) Ir. Muhammad Taufiq Nuruzzaman, S.T., M.Eng., Ph.D. : “Sistem Tracer Alumi UIN Sunan Kalijaga”, 5) Siti Rohaya, S.Ag., M.T., : Rekan Jejak Urgensi Tracer Study UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”, dan 6) Dr. Linda Darmela, S.Ag.,M.Hum., : Best Practice –Meningkatkan Respon Rate, Memaksimalkan Surveyor, Pendekatan Yang Harus Dilakukan, Meyakinkan Alumni dll”.

Tracer study adalah survey terhadap lulusan perguruan tinggi setelah lulus dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh Universitas. Tujuan dari pelacakan lulusan untuk mendapatkan umpan balik dari pelaksanaan program yang telah dijalankan oleh Program Studi baik oleh lulusan maupun pengguna lulusan.

Pelacakan lulusan perguruan tinggi atau tracer study menjadi indikator utama dalam mendongkrak pemeringkatan program studi selain tiga indikator utama  lainnya, yaitu SDM, kurikulum, dan penjaminan mutu. Proses reakreditasi, ISK, dan IKU menjadi “pemaksa” bagi Program Studi dan Perguruan Tinggi tidak hanya peduli terhadap proses pengembangan dan penguatan aspek akademik dan non akademik tetapi juga turut bertanggung jawab terhadap lulusannya.  Hasil dari tracer study ini bahkan dapat menjadi bahan evaluasi hasil pendidikan, mengetahui kiprah lulusan, pemetaan pasar kerja lulusan, kesesuaian antar pasar kerja dengan profil dan capaian pembelajaran, lama masa tunggu mendapatkan pekerjaan, evaluasi kurikulum, dan bahan masukan bagi perumusan kebijakan pendidikan.

Tracer study harus dilakukan secara sistemik, terukur, dan berkelanjutan. Di UIN Sunan Kalijaga kegiatan pelacakan lulusan dilaksanakan oleh Pusat Karir dengan nama Center For Enterpreunership And Career Development (CENDI) dengan menggerakkan program studi agar melibatkan alumni nya untuk fast respon dalam mengisi data dan beberapa item kuesioner yang ada dalam aplikasi Sistem Informasi Alumni (SIA). Pengisian data alumni sekaligus mengisi kuesioner Tracer Study untuk tahun lulusan tertentu sangat penting untuk dilakukan agar institusi dapat deskripsi terkait lulusannya juga umpan balik dari pengguna lulusan. Dua data hasil survey pelacakan lulusan ini sangat signifikan perannya dalam pengisian data reakreditasi, ISK, juga IKU.

Penulis: Maskufa, Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta