Badilag, Berita FSH Online Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, mengunjungi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Jumat (12/4). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerjasama yang selama ini telah berlangsung antara Badilag MA RI dengan FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Delegasi FSH disambut langsung oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Aco Nur, di ruangannya. Aco merupakan orang kedua setelah Wahyu Widiana (Dirjen Badilag Pertama) dilantik menjadi Dirjen Badilag yang bukan berasal dari hakim karier. Ia menyambut Dekan FSH UIN Jakarta bersama tiga orang yang turut-serta dalam lawatan tersebut. Mereka adalah: Andi Salman Maggalatung (Guru Besar Ilmu Hukum UIN Jakarta), Yayan Sopyan (Wakil Dekan Bidang Mahasiswa, Alumni, dan Kerjasama), serta Abdul Halim (Ketua Program Studi Hukum Keluarga).

Dalam perbincangan tersebut, Dekan menegaskan kembali tentang pentingnya melanjutkan kerjasama yang selama ini telah terbangun, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Terlebih saat ini terjadi perubahan gelar akademik berdasarkan KMA Nomor 33 tahun 2016 untuk sejumlah Program Studi di lingkungan Kementerian Agama (PTKI). Namun demikian, perubahan gelar tersebut belum banyak diketahui oleh instansi-instansi pemerintah maupun swasta. Untuk itu diperlukan upaya sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan kepada pengguna lulusan.

Kerjasama yang telah terjalin diharapkan akan membantu FSH meningkatkan kompetensi para mahasiswanya. Tholabi juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ada sejumlah agenda yang dikerjasamakan dengan Mahkamah Agung, khususnya Dirtjen Badilag, misalnya supporting asessment Aun-QA Program Studi Hukum Keluarga untuk menghadirkan alumni yang tersebar di lingkungan MA RI dan sekaligus sebagai pengguna lulusan FSH yang akan dilaksanakan pada 30 April – 2 Mei 2019. Demikian pungkasnya.

Selain itu, ada sejumlah proposal kerjasama yang akan disiapkan terkait peningkatan mutu akademik, meliputi: peninjauan kurikulum yang menimbang kebutuhan pengguna lulusan dan mengakomodasi dinamika ilmu, penyelenggaraan praktikum Pengadilan Agama, Bimbingan Teknis Mediasi untuk menunjang SKPI, penyelenggaraan kompetisi Peradilan Semu bidang Peradilan Agama Tingkat Nasional, peningkatan kualitas dan kuantitas calon hakim melalui pelatihan menghadapi tes calon hakim dan tryout soal-soal CPNS, upgrading Hukum Acara Peradilan Agama untuk Dosen, riset bersama, dan pengelolaan Jurnal Ilmiah.

Dirjen Badilag menyambut baik sejumlah rencana tindaklanjut kerjasama yang disampaikan FSH. “Kami berkomitmen bersama perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi hakim-hakim agama. Peningkatan kompetensi Hakim Agama akan berdampak pada peningkatan mutu layanan Peradilan Agama yang sedang kami galakkan”, pungkasnya. Dia menambahkan, saat ini kinerja Peradilan Agama dinilai paling unggul dibandingkan lingkup peradilan lainnya. [] IH