Tangerang Selatan | Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan diskusi publik Bank Syariah Indonesia yang bertajuk “Kebijakan Progresif Presiden Jokowi untuk Kebangkitan Ekonomi Islami” yang berlangsung secara hybird via Youtube dan di teater lantai 2 FSH, Ciputat.

Kegiatan yang berjalan pada siang hari itu dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah AM. Hasan Ali, M.A, dan Ketua Indonesia Future Forum Ahmad Zaqi Ainurrofiq serta seluruh mahasiswa FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa (21/06/2022).

Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum, Nurul Hasanah mengajak para civitas untuk terus membuka ruang diskusi di FSH.

“Terima kasih kepada seluruh narasumber dan berbahagia karena sudah boleh ada diskusi offline, berharap semoga ke depan semakin banyak diskusi di FSH,” sambutnya.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A menyampaikan beberapa arahan dan masukan. Menurutnya, FSH harus bangga karna terdapat banyak dosen yang sudah termasuk dalam  DSN (Dewan Syariah Nasional), selain itu beliau juga menerangkan potensi ekonomi syariah di Indonesia kini sudah sangat besar dengan begitu Presiden Jokowi harus terus andil dan memaksimalkan.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, AM. Hasan Ali, M.A menjelaskan perjalanan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Indonesia selama ini.

“Perkembangan bank system di Indonesia cukup pesat yang awalnya hanya satu model yaitu bank konvensional menjadi dua model yaitu bank konvensional dan bank syariah di awal tahun 90an yang diawali oleh bank Muamalat,” paparnya

DiJelaskan AM. Hasan Ali, M.A, BSI sebagai bank syariah mendapat plat merah yang sangat baik hal ini juga merupakan terobosan dari Presiden Jokowi. Walau begitu, kebijakan ini juga tak luput dari pakar ekonomi syariah yaitu KH. Maruf Amin.

“Perkembangan BSI ada 3 yaitu fase merger dimana ada peran besar dari KH. Maruf Amin, fase konsolidasi dimana sedang terjadi dan bisa sampai 5 tahun karena perbedaan sistem dari yang lama ke yang baru dan juga terkait dengan budaya perusahaan, dan terakhir fase akselerasi dimana terjadi percepatan dalam bisnis tersebut,” terangnya

Ketua Indonesia Future Forum,  Ahmad Zaqi Ainurrofiq dalam sambutannya memberikan beberapa amanat kepada penerus generasi untuk terus berkontribusi pada peningkatan ekonomi syariah.

“Sebagai generasi muda, kita harus ikut berkecimpung dalam kegiatan ekonomi syariah seperti pemberdayaan transaksi ekonomi syariah di lingkungan FSH, Pemerintah seperti Kemenparekraf sudah memberi contoh inovasi seperti wisata halal,” tutupnya.