Rio Rusdhiyansah
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang Selatan Banten
e-mail: riorusdiansyah54@gmail.com

Abstrak: Pelaksanaan Putusan Perceraian Terhadap Nafkah Iddah Dan Nafkah Anak Dalam Praktek di Pengadilan Agama Kota Tangerang Tahun 2015-2016.
Praktek pemberian nafkah iddah dan nafkah anak yang terjadi setelah perceraian dilaksanakan. Dalam peraturan yang berlaku di Indonesia dijelaskan ketika terjadi perceraian suami dapat dibebankan beberapa kewajiban. Setelah Majelis Hakim menetapkan perceraian antara pihak suami dan istri, maka pihak suami mempunyai kewajiban  untuk memberikan nafkah iddah dan nafkah anak, namun yang terjadi dalam praktek pihak suami enggan melaksanakan atau tidak memenuhi isi putusan, khususnya pemberian nafkah terhadap anak hingga anak tumbuh dewasa. Kewajiban pemberian nafkah anak telah menjadi tanggungan pihak suami sebagaimana isi putusan  Majelis Hakim Pengadilan Agama Kota Tangerang. Adanya kelalaian dari suami untuk memberikan nafkah terhadap anak, sehingga pihak yang wajib dinafkahi menjadi terlantar merupakan permasalahan yang sering terjadi setelah perceraian. Akibatnya pihak istrilah yang sangat dirugikan yaitu dengan memikul beban sendiri dengan memenuhi  kebutuhan dirinya dan anak dalam keseharian. bahwa praktek pemeberian nafkah iddah dan nafkah anak yang dilakukan memang tidak didasari dengan peraturan. Mengenai pelaksanaan pemberian nafkah idddah dan nafkah anak dilaksanakan oleh pihak suami secara sukarela. Pengadilan tidak dapat melaksanakan eksekusi putusan apabila tidak ada permohonan eksekusi dari yang dirugikan. Akan tetapi dengan segala keterbatasan pihak istri seperti kurangnya pengetahuan tentang perkara tersebut dan terkendala faktor yaitu dalam biaya eksekusi.

Kata Kunci: Nafkah Iddah, Nafkah Anak, Pelaksanaan Putusan.

Abstract: Implementation of Divorce Decision on the Life of Maintenance of  Iddah And      Maintenance of Children In Practice in Religious Court of Tangerang City 2015-2016.
The practice of providing iddah maintenance and maintenance of the child after the divorce is executed. Under the applicable rules in Indonesia described in the case of divorce the husband may be charged some obligations. After the Judicial Council determines the divorce between the husband and wife, the husband has the obligation to provide iddah maintenance and maintenance of the child, but that occurs in the practice of the husband refuses to carry out or does not fulfill the content of the decision, especially the provision of livelihood to the child until the child is growing up. Child livelihood obligation has become the responsibility of the husband as the content of the judges of the Religious Courts Tangerang City. The existence of negligence from the husband to provide for the child, so the party must be neglected neglected is a problem that often occurs after the divorce. As a result the wife is very aggrieved is to bear his own burden to meet the needs of himself and children in everyday life. that the practice of livelihood given iddah and the child’s livelihood is not based on the rules. Regarding the implementation of the provision of income and the provision of a child’s livelihood is carried out by the husband voluntarily. The court can not execute the verdict if there is no request for execution from the harmed. However, with all the limitations of the wife such as lack of knowledge about the case and constrained factor in the cost of execution.

Keywords: Maintenance of Iddah, Maintenance of Children , Decision Implementation.