Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu tahun memiliki dampak yang luar biasa terhadap berbagai lini kehidupan tak terkecuali bagi profesi penegak hukum seperti advokat, hakim, jaksa dan polisi. Berlangsungnya bencana ini memang menimbulkan keterpurukan karena segala kegiatan yang bersifat masif dan rutin yang melibatkan interaksi secara fisik terutama disektor layanan publik dibatasi oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Sektor pelayanan hukum juga kena imbasnya, oleh sebab itu dituntut harus berdamai dengan situasi dengan menyesuaikan protokol kesehatan (prokes) yang belum terbayangkan sebelumnya.

Menghadapi situasi tersebut, belakangan ini terbit berbagai terobosan hukum di kalangan profesi hukum menyesuaikan situasi tersebut dengan mengoptimalkan teknologi informasi dimana pelayanan dan prosedur mencari dan menegakkan keadilan tidak lagi harus bertatap muka. Sebagai hal yang relatif baru dan negara kepulauan seperti Indonesia, tentu saja memiliki tantangan dan peluang yang harus dicermati termasuk dampaknya.

Atas dasar hal tersebut, Rabu (24/2) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Tangerang menandatangani kerjasama untuk menggelar webinar nasional dengan tema prospek dan tantangan profesi hukum di masa pandemi yang akan digelar akhir Maret mendatang yang dengan menghadirkan narasumber dari para praktisi hukum baik dari kalangan advokat, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Kejaksaan yang membahas topik tersebut.