Keberhasilan FSH UIN Syarif Hidayatullah mengelola jurnal-jurnalnya membuat banyak kampus luar terutama rumah jurnalnya datang. Saat ini, FSH mengelola 1 jurnal Sinta 1, dua jurnal Sinta 2, satu jurnal Sinta 4 dan lima jurnal jurnal Prodi. “Capaian-capaian dalam mengelola jurnal bahkan ada yang terindeks Scopus (Sinta 1) , itu yang menjadikan Rumah Jurnal IAIN Bukit Tinggi tertarik datang belajar belajar ke FSH,” ungkap Noviardi. Ia dan timnya diterima Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 3 di ruang rapat utama pada Selasa, (16/02/2021). Hadir juga Kabag serta para tim jurnal, Windi, Izhar, dan Bahtiar.

Saat menerima tamunya Windi, editor Jurnal Ahkam dan Iqthisad memaparkan,”Meski menghadapi banyak artikel yang beda focus dan scope-nya, karena setiap pengelola memiliki tugas masing-masing proses penyunting sampai sedetail-detailnya. Karena Chief in Editor di masing-masing jurnal sudah memetakan pekerjaan para anak buahnya. Masalah utama sekarang adalah artikel yang diirim masih lemah bahasanya. Para penulis meskipun sudah mendapat mendapat bantuan penerjemah tetapi kualitas bahasanya masih belum maksimal. Sedankankan Izhar yang ahli dalam OJS, menyorot perlunya jurnal-jurnal di IAIN Bukittinggi mengurus indeksasi sepeti DOAJ sebelum ke indek yang lebih tinggi. Karena diharapkan akan banyak artikel yang masuk. Bahtiar melengkapi, alur artikel di Ahkam sudah jelas, sejak dari Chief in Editor, ke section editor sampai penyelaras akhir. Untuk bahasa, Ahkam merekomendasi penerjemah yang bagus hasilnya. Para penulis Ahkam yang langsung berhubungan dengan penerjemah tersebut.

Selain paparan tersebut, juga pertanyaaan banyak dikemukan pengelola jurnak IAIN Bukittinggi tersebut. Noviardi yang juga Pengelola Jurnal Al Huriyah itu merasa pas saat datang ke FSH. Sebagai pengelola jurnal di fakultas, ia mendapat masukan terkait berbagai permasalahan jurnal yang dihadapinya. Meski pada tingkat fakultas, FSH sukses mengelola jurnal-jurnalnya. Sebelumnya, ia sudah berkunjung ke beberapa pengelola jurnal termasuk yang sudah scopus. Sedangkan, Puteri, rekannya yang juga pengelola jurnal Ekonomi Islam, menyampaikan, “Selain memperoleh pengalaman bagaimana submit jurnal ke pengindeks internasional bereputasi seperti Scopus dan WOS, juga mendapat tambahan semangat untuk mengelola jurnal-jurnalnya setelah berdiskusi dengan pengelola jurnal di FSH”. Ia menambahkan, saat ini banyak jurnal dikelola tapi sedikit orang-orang yang mau total mengurusnya. Dari kunjungan yang sekitar dua jam tersebut, ia mendapat kiat mengurus jurnal yang efektif tanpa harus melibatkan banyak orang.

Kunjungan rumah jurnal IAIN Bukittinggi tersebut merupakan respons dari beberapa kampus, seminggu sebelumnya datang beberapa orang dari tim rumah jurnal UIN Banten. Mereka berharap dengan terindeks jurnal Ahkam oleh Scopus dan Cita Hukum oleh WOS dapat menularkan pengelolaannya kepada mereka sehingga jurnal-jurnal juga dapat terindeks di internasional bereputasi atau menaikkan peringkat Sintanya.