Bogor, Berita FSH Online – Peningkatan mutu akademik menjadi salah satu hal yang krusial dalam dunia Pendidikan khususnya perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam prestasi yang telah dicapai, baik dari pencapaian akademik maupun non akademik.  Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dalam mengimplementasikan dari regulasi tersebut Fakultas Syariah dan Hukum menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Mutu Akademik” yang dilaksanakan di Bogor, tepatnya di Hotel Pesona Alam Resort & SPA selama 3 hari terhitung sejak tanggal 27 hingga 29 September 2021. Acara workshop ini dihadiri oleh Jajaran Dekanat,  Ketua dan Sekertaris Program Studi S1 dan S2, Kepala Laboraorium, Kepala utusan perpustakaan, para Gugus Jaminan Mutu, Kepala Bagian Tata Usaha, Para Subkoordiantor, Tenaga Pendidikan dan para Staff Fakultas Syariah dan Hukum.

Dalam memperbaiki peningkatan mutu akademik diperlukan startegi yang dapat menyempurnakan kuantitas dan kualitas suatu sistem Pendidikan baik itu perbaikan terhadap kurikulum maupun perbaikan Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditas. Oleh karenanya, Fakultas Syariah dan Hukum selama 3 hari ini mengundang beberapa narasumber yang diantaranya yaitu ada Bapak Muhammad Zuhdi,M.A.,Ph.D. Prof. Dr. Topo Santoso,S.H.,M.H. Bapak Saepudin Nirwan,S.Kom,M.Kom dan Bapak Edi Sanjaya,M.Si untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami oleh Fakultas dan program studi.

Hari pertama, acara diawali dengan pembukaan oleh Dr. Ahmad Tholabi Kharlie S.Ag.,S.H.,M.H. selaku Dekan FSH UIN Jakarta, yang dalam intisari pemaparannya beliau menyampaikan “Peningkatan mutu akademik harus menjadi prioritas utama FSH, agar kedepannya dapat terkoordinasi dalam pengelolaan kurikulum yang dapat membantu program studi sekaligus mahasiswa dalam proses penerapan ilmunya. Serta acara ini dimaksudkan untuk pemantauan dan mengevaluasi akreditas yang ada di fakultas syariah dan hukum” Bogor,  Senin (27/09/2021).

Acara dilanjutkan dimalam harinya, dengan menghadirkan  Prof. Dr. Topo Santoso,S.H.,M.H (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia). Dalam agenda ini, beliau menjelaskan terkait kurikulum yang perlu diterapkan di FSH. Menurutnya dalam menjalankan kurikulum  yang baik itu adalah ketika adanya perubahan oreientasi Pendidikan tinggi yang tidak lagi hanya menghasilkan manusia cerdas berilmu tetapi juga mampu menerapkan keilmuannya dalam kehidupan di masyarakat (kompeten dan relevan). Terlebih kurikulum dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan yang sangat cepat yang perlu diseimbangkan dengan sumber daya manusia yang ada.

Hari berikutnya, agenda workshop dilanjutkan dengan instrument pemantauan dan evaluasi peringkat akreditas yang dibimbing oleh Bapak Saepudin Nirwan, S.Kom.,M.,Kom selaku Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi. Dalam pemaparannya “cara untuk menyempurnakan IPEA yaitu dengan Memperbaiki PD-DIKTI dalam masa 3 bulan dan menyusun DK dan LEK. Selain itu faktor lainnya yaitu kejelasan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh fakultas, misalnya apa hasilnya, manfaatnya dan outpunya” Bogor, Selasa (28/09/2021).

Penutup dari workshop peningkatan mutu akademik yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum ditutup dengan arahan dan evaluasi kerja dari Bapak Muhammad Zuhdi,M.A.,Ph.D dan Bapak Edi Sanjaya,M.Si yang menitikberatkan pada tujuan dan strategi yang harus dimiliki oleh FSH, selain itu prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik perlu diperhatikan dalam pengabdiannya pada masyarakat. terlebih diperlukan suatu standar, upaya dan keberhasilannya (output), setelah mengetahui keberhasilannya maka langsung identifikasi permasalahan apa saja yang perlu diperbaiki.

Penulis: Imas Novita (HUMAS FSH JAKARTA)