Jakarta, Berita FSH Online – Fakultas Syariah dan Hukum menggelar rapat rutin dosen secara daring pada, Rabu 24 Februari 2021 dengan dihadiri oleh delapan puluh satu dosen. Agenda rapat meliputi laporan kinerja tahun 2020 dan rencana program 2021, evaluasi pembelajaran semester ganjil 2020/2021 dan persiapan perkuliahan semester genap 2020/2021, informasi penjaminan mutu akademik, dan pengelolaan academic information system (AIS). Rapat yang dimoderatori Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum menghadirkan laporan dari Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik, dan nara sumber Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Kepala Pusat Teknologi Informasi (Pustipanda). Sebelum berakhir, kegiatan dialog berlangsung untuk memberikan masukan penyempurnaan program dan alternative solusi atas kendala yang dihadapi.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Ahmad Tholabie Karlie menginformasikan pencapaian 2020 terkait dengan serapan anggaran yang mencapai 94,09%, pencapaian IKU mencapai 88,75%, pencapaian target pengisian e-sms sebanyak 88%, dan penghargaan dan prestasi mahasiswa tingkat nasional dan internasional. Selaian itu, FSH juga mendapatkan tiga apresiasi sebagai fakultas dengan jurnal terakreditasi paling banyak, fakultas dengan linkungan paling bersih, dan pencapaian isian e-sms tertinggi kedua.

Kemudian untuk tahun 2021, FSH memiliki program unggulan meliputi pembukaan program studi doktor ilmu syariah, indeksasi Scopus Jurnal Iqtishad (yang sebelumnya sudah didahului oleh Jurnal AHKAM, penguatan green faculty, peningkatan prestasi dan penghargaan mahasiswa, dan artikel tugas akhir mahasiswa. Selain itu, FSH akan mengembangkan Learning Management System (LMS), penyempurnaan system e-letter, dan peningkatan kerja sama untuk mendukung merdeka belajar kampus merdeka dan internasionalisasi fakultas.

Dalam rapat dosen tersebut terdapat beberapa gagasan dan usulan dari dosen. Selain itu, ada pula evaluasi dan catatan untuk perbaikan. Beberapa usulan yang akan ditindaklanjuti antara lain pembuatan grup khusus tri dharma perguruan tinggi, penggalangan dana social untuk mahasiswa, penguatan pengawasan kegiatan mahasiswa di kampus, penguatan pembelajaran jarak jauh, kerja sama dengan pihak lain, dan pendampingan kenaikan pangkat dosen. |Imas Novita