Mataram |

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta menggelar konferensi The 6Th International Conference on Law and Justice (ICLJ) di Lombok, NTB, 28-30 Agustus 2022. Konferensi internasional keenam ini mengambil tema “Sharia towards the Digital World:  Breakthroughs in the Fields of Law, Justice, and Human Rights in Smart Society 5.0”. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Fakultas Syariah UIN Mataram.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, A. Tholabi Kharlie, mengatakan kegiatan konferensi internasional yang digelar Fakultas Syariah dan Hukum merupakan konferensi yang rutin digelar setiap tahunnya. Menurut dia, konferensi sebagai medium akademisi turut berkontribusi terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Kami membahas isu soal digital yang dikaitkan dengan persoalan hukum, keadilan, dan HAM di era Smart Society 5.0. Kami menghadirkan narasumber yang kompeten seperti Ketua MK, Kepala BPHN, serta para pakar dari 4 benua (Asia, Afrika, Eropa, dan Australia),” papar Tholabi saat pembukaan kegiatan di Mataram, Minggu (28/8/2022).

Sejumlah akademisi akan hadir sebagai pembicara seperti Prof. Timothy Lindsey (Melbourne Law, The University of Melbourne), Prof. Najma Moosa (University of the Western Cape-South Africa), Prof. Christian Lange (Utrecht University – Netherland), Prof Amany Lubis (Syarif Hidayatullah State Islamic University-Indonesia), Prof Masnun Tahir (Mataram State Islamic University), Dr. Wahiduddin Adams (Hakim Mahkamah Konstitusi RI), Prof. Dr. Masykuri Abdillah (Syarif Hidayatullah State Islamic University-Indonesia), serta Prof. Dr. Asep S. Jahar, MA (Syarif Hidayatullah State Islamic University-Indonesia)

Sejumlah tema akan dibahas dalam gelaran yang diikuti oleh sejumlah akademisi dari Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia dan Fakultas Hukum di Perguruan Tinggi Umum (PTU) ini. Tema yang dibahas di antaranya hukum dan keadilan, syariah dan keadilan, hukum bisnis dan keadilan, hukum dan teknologi serta ekonomi syariah untuk keadilan ekonomi.

“Ada masalah hukum yang muncul akibat keberadaan digital ini. Maka dibutuhkan instrumen hukum yang lebih sesuai, praktisi hukum yang siap secara digital, dan sarjana hukum yang dapat beradaptasi,” tegas Tholabi yang juga Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia ini.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, menyambut hangat prakarsa Fakultas Syariah dan Hukum dalam menggelar konferensi internasional tahunan ini. Menurut dia, kegiatan ini penting untuk meneguhkan komitmen UIN Jakarta dalam melakukan integrasi keilmuan dan menguatkan peran dan fungsi UIN Jakarta dalam memecahkan problem kemasyarakatan. “Ikhtiar yang dilakukan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta ini patut diapresiasi sebagai upaya konkret dalam mengintegrasikan kajian keislaman dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam kajian syariah dan hukum,” ucap Amany.

Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia ICLJ 6Th, Windy Triana, mengatakan partisipasi peserta dari kalangan peneliti dan akademisi cukup tinggi. Pihaknya memfasilitasi peserta yang tidak bisa hadir langsung dengan memanfaatkan layanan online. “ICLJ tahun 2022 ini digelar secara hybrid baik online maupun offline,” ujar Windy.

Windy menambahkan seluruh artikel peserta yang lolos seleksi, yang berjumlah hampir seratus artikel, akan dipublikasikan di jurnal yang terakreditasi Sinta 2 dan terindeks Scopus. Menurut dia, dari konferensi ini diharapkan lahir temuan penting yang bermanfaat bagi pengembangan hukum di Indonesia khususnya di isu syariah, digital, hukum, dan HAM.