Pandemi covid-19 masih melanda Indonesia bahkan beberapa hari terakhir tren kenaikannya sangat tinggi mencapai penambahan rekor tinggi melebihi 21 ribu orang yang terpapar. Pandemi ini berdampak pada proses pengelolaan kegiatan di UIN, termasuk pengadaan barang dan jasa. Menjelang berakhir semester pertama tahun 2021, serapan anggaran masih rendah. Pengadaan barang dan jasa diharapkan menjadi salah satu pendongkrak serapan anggaran.

Kegiatan sosialisasi Pengadaan Barang Jasa diadakan dalam rangka mendorong akselerasi pengadaan barang dan jasa. Kegiatan tersebut diselenggaran oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan dipandu oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum. Ketua ULP memberikan panduan umum pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menginfokan rencana sertifikasi pegawai untuk pengadaan barang dan jasa dalam waktu dekat. Rektor dalam sambutannya menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pelaksanaan anggaran. Ia mengusulkan adanya toko online yang dikembangkan UIN untuk memberikan standar harga. Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) menambahkan, beberapa tahun terakhir tidak ada temuan BPK dalam pengadaan barang dan jasa. Karena itu, ke depan orientasi pengadaan barang dan jasa adalah aspek kemanfaatan dan nilai lebih.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Muhammad Maksum, mengusulkan agar pedoman pengadaan barang dan jasa utamanya berkaitan dengan klasifikasi belanja pemeliharaan dan belanja modal disosialisasikan ke fakultas. Beberapa program fakultas terkendala karena klasifikasi tersebut yang tidak dipahami secara mendalam. Dekan, Ahmad Tholabi Kharlie, meminta agar klasifikasi tersebut ditinjau mengingat kondisi fakultas yang memiliki keterbatasan ruangan. Ia mencontohkan, ruang kelas yang ada saat ini akan dialihfungsikan menjadi ruang laboratorium keahlian hukum, namun mengalami kendala. Hadir pula dalam acara tersebut, kabag tata usaha, Saroni.