RENCANA

STRATEGIS

FAKULTAS SYARIAH

DAN HUKUM

 

2015-2019

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA


RENCANA STRATEGIS

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2015-2019

 

TIM PENYUSUN

Berdasarkan Keputusan Dekan No: Un.01/PP.00.11/67/2015

 

Pengarah         : Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A.

Penanggung Jawab     :           Dr. Euis Amalia, M.Ag.

Dr. H. Yayan Sopyan, S.H., M.Ag

Ketua             : Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie

Anggota        : Dr. Khamami Zada, M.A.

  1. Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag, M.H.

Drs. H. Sadeli

Pembantu Umum  :     Hidayatullah, M.H.

  1. Ishar Helmi, S.Sy., S.H.

 

 

KATA PENGANTAR

Eksistensi Fakultas Syariah dan Hukum tidak terlepas dari sejarah panjang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berawal dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang didirikan pada tanggal 1 Juni tahun 1957. Fakultas Syariah dan Hukum merupakan salah satu fakultas besar di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berkembang dari waktu ke waktu dan selalu berupaya mencapai titik kesempurnannya. Pada masa-masa awal, Fakultas Syariah dan Hukum belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, namun dalam perkembangannya lambat laun fasilitas dan tenaga pengajar dapat terpenuhi dengan baik demi terwujudnya sistem pendidikan yang bersaing di tingkat nasional dan bertaraf global.

Transformasi kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) yang berimplikasi pula pada transformasi Fakultas Syariah dan Hukum dipandang tidak hanya sebagai sebuah kemajuan, namun juga menjadi tantangan untuk meningkatkan infrastruktur, pengembangan sistem, dan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat, baik pada level nasional maupun internasional, terutama di bidang yang menjadi fokusnya. Dalam konteks ini pula pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum membutuhkan strategi yang lebih terstruktur dan terukur, baik dari sisi pengembangan sistem dan struktur organisasi, maupun tata kelola sumber daya manusia yang lebih rasional, budaya dan etos kerja yang lebih profesional, serta sistem tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

Untuk mencapai tujuan pembangunan di atas, pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum 2015-2019 difokuskan pada tiga tahapan utama. Pertama, penekanan pengembangan Fakultas mencakup aspek sistem dan sarana-prasarana untuk menunjang pola kerja akademik dan administrasi. Kedua, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Ketiga, pembentukan benchmarking Fakultas sesuai dengan visinya, yaitu: handal dan terdepan dalam kajian syariah dan hukum. Pada yang terakhir ini ditekankan pada proses penguatan world class university.

Fase pertama (2015) akan difokuskan pada pengembangan dan penguatan sistem dan infrastruktur sistem informasi (IT) dalam pengembangan akademik, administrasi, dan kemahasiswaan. Fase Kedua (2016-2017) lebih dititikberatkan pada penguatan kapasitas pendidikan dan pengajaran. Fase Ketiga (2018-2019) adalah periode pengembangan Fakultas pada peningkatan mutu mahasiswa dan penguatan kapasitas dosen.

Untuk mengawal pelbagai harapan dan keinginan dari stakeholder dapat direalisasikan, rencana strategis (renstra) merupakan salah satu upaya dan strategi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta yang harus diambil oleh Fakultas. Secara internal, renstra ini merupakan pedoman dan rujukan bagi Fakultas dalam merencanakan dan melaksanakan pelbagai kebijakan dan program agar lebih integratif dan sinergis. Secara eksternal, renstra menjadi titik awal semua kalangan di luar Fakultas Syriah dan Hukum untuk lebih berkontribusi, berpartisipasi dan berperan dalam membagun Fakultas yang lebih baik, professional dan terdepan.

Renstra ini hadir untuk juga menjawab persoalan-persoalan kekinian yang muncul dan merepresentasikan mimpi dan visi lembaga dalam rangka pengembangan Fakultas, serta mendokumentasikan pelbagai pemikiran strategis dan langkah taktis yang harus dilakukan dalam kurun periode tertentu. Hal tersebut berujung pada orientasi hasil yang dapat dijadikan evaluasi dan perencanaan program pengembangan riset dan pengabdian masyarakat di masa berikutnya.

Akhirnya, apresiasi setinggi-tingginya kepada pelbagai pihak yang telah membantu terwujudnya dokumen renstra ini. Hal ini merupakan sebuah langkah maju untuk mengubah kekhawatiran akan besarnya tantangan yang dihadapi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke depan menjadi sebuah ijtihad dan jihad dalam bentuk langkah yang strategis. Spirit ini sejalan dengan spirit yang disampaikan oleh Winston Churchill, “Let our advance worrying become advance thinking and planning”.

Semoga renstra ini dapat menjadi panduan dan pijakan dalam mewujudkan visi besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu: handal dan terdepan dalam kajian syariah dan hukum.

 

Jakarta, Juli 2015

Dekan,

Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A.

NIP. 196912161996031001

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR—v

DAFTAR ISI—vii

  1. PENDAHULUAN3
  2. ANALISIS STRATEGIS9
  3. Kekuatan—9
  4. Kelemahan—10
  5. Ancaman—11
  6. Peluang—13
  7. KERANGKA PENGEMBANGAN15
  8. Visi, Misi, dan Tujuan 2015-2019—15
  9. Kerangka Pengembangan UIN Jakarta

Menuju World Class University—17

  1. KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS21
  2. Alur Perumusan Kebijakan, Program, dan Kegiatan—21
  3. Kebijakan, Program, dan Kegiatan—22
  4. PRIORITAS35
  5. Pengembangan dan Penguatan Sistem dan Infrastruktur Sistem Informasi (IT) dalam Pengembangan Akademik, Administrasi, dan Kemahasiswaan—35
  6. Penguatan Kapasitas Pendidikan dan

Pengajaran—36

  1. Fokus Pengembangan Fakultas pada Peningkatan Mutu Mahasiswa dan Penguatan Kapasitas Dosen—36
  2. PEMBIAYAAN
  3. Perspektif Pembiayaan—39
  4. Strategi Pencapaian Target Kegiatan—40
  5. PENUTUP41
  6. Pengembangan dan Pelaksanaan Renstra—41
  7. Monitoring dan Evaluasi—42

LAMPIRAN45

 


  1. PENDAHULUAN

 

Perjalanan Fakultas Syariah dan Hukum tidak terlepas dari sejarah panjang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berawal dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA). ADIA didirikan pada tanggal 1 Juni tahun 1957, dan untuk kali pertama mempunyai dua jurusan, yaitu: Jurusan Syariah dan Jurusan Bahasa Arab. Dalam perkembangan berikutnya, sesuai dengan fungsinya sebagai akademi dinas, di mana mahasiswanya hanya terbatas pada mereka-mereka yang mendapat tugas belajar (pegawai/guru agama) dari lingkungan Departeman Agama dari seluruh daerah di Indonesia, jurusannya kemudian berkembang menjadi tiga, yaitu: Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, dan Jurusan Khusus Imam Tentara.

Seiring dengan tuntutan masyarakat Indonesia, ADIA kemudian bertransformasi menjadi In­stitut Agama Islam Negeri atau dikenal de­ngan IAIN. Faskultas Syariah menjadi salah satu fakultas penting di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus pula kedudukannya yang unik dan stra­tegis. Ia tidak hanya menjadi “jendela Islam di Indonesia”, namun juga sebagai simbol bagi ke­majuan pembangunan nasional, khususnya di bi­dang pembangunan sosial keagamaan, karena kon­tribusi konkret khazanah Keislaman di Indonesia ada di ranah hukum. Mengingat besarnya kontribusi yang telah diberikan oleh IAIN pada pembangunan sosial kemasyarakatan di Indonesia ini pula yang membawa kepentingan untuk pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum. Cita-cita ini kemudian me­wujud pada keperluan transformasi Institut men­jadi Universitas atau perubahan bentuk dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). Dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 4/U/KB/2001 dan Menteri Agama RI Nomor 500/2001 tanggal 21 Nopember 2001 rekomendasi untuk membuka 12 program studi umum di lingkungan UIN dikeluarkan dan setelah itu keluar pula Ke­pu­tusan Presiden Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002 yang secara resmi menetapkan perubahan bentuk dari IAIN menjadi UIN.

Perubahan tersebut membawa konsekuensi bagi Fakultas Syariah, yaitu keharusan untuk mem­buka Program studi (hukum) umum yang direa­lisa­sikan dalam perubahan nama fakultas, yang awalnya Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Hukum. Dalam perkembangannya, sampai saat ini Fakultas Syariah dan Hukum telah memiliki 7 (tujuh) Program Studi, yakni; Hukum Keluarga Islam (SAS), Hukum Ekonomi Islam (Muamalat), Perbandingan Mazhab, Hukum Pidana Islam, Hu­kum Tata Negara, Ilmu Hukum, Program Magis­ter Hukum Ekonomi Syariah dan Program Magister Hu­kum Keluarga.

Pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum 2015-2019 difokuskan pada tiga tahapan utama. Pertama, penekanan pengembangan fakultas men­cakup aspek sistem dan sarana prasarana untuk menunjang pola kerja akademik dan administrasi. Kedua, penguatan kompetensi dosen dan maha­siswa. Ketiga, pembentukan benchmarking fakultas sesuai dengan visinya, yaitu handal dan terdepan dalam kajian syariah dan hukum. Pada yang terakhir ini ditekankan pada proses penguatan world class university.

Tradisi intelektual yang kokoh dalam bidang Islamic Studies memberikan manfaat tersendiri bagi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mengembangkan keunikan sekaligus keunggulan yang bersifat kompetitif (competitive advantage) di antara kebanyakan perguruan tinggi di tanah air. Namun demikian, dengan semakin bertambahnya disiplin keilmuan pada pelbagai program studi yang diselenggarakan, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah dituntut untuk memiliki daya saing komparatif (comparative advantages) terhadap perguruan tinggi lain.

Sebagai bagian dari upaya penguatan peran tersebut, serta memaksimalkan peranan Fakultas Syariah dan Hukum dalam pengembangan visi UIN Syarif Hidayatullah mencanangkan sebagai Universitas Kelas Dunia (World Class University) adalah penting membangun rencana strategis Fa­kultas yang secara konkret diharapkan beriringan dengan cita-cita di atas. Melalui rencana strategis ini, Fakultas Syariah dan Hukum diharapkan dapat mendorong rekognisi internasional atas kinerja pendidikan di lingkungan UIN Jakarta, dengan titik tekan capaian pendidikan pada: pertama, kualitas output sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan; kedua, mutu, relevansi, dan manfaat penelitian dalam konteks pengembangan ilmu dan pemecahan masalah-masalah kemanusiaan, terutama di bidang syariah dan hukum; ketiga, kontribusi lembaga dan sivitas akademika di ling­kungan Fakultas Syariah dan Hukum dalam men­dorong perubahan ekonomi, sosial, dan budaya secara progresif. Untuk mencapai tujuan itu pula diperlukan rencana dan langkah-langkah strategis yang menjadi acuan, baik secara internal atau eks­ternal, dalam pembangunan Fakultas Syariah dan Hukum secara berkelanjutan dan sistematis.

 

 

  1. ANALISIS STRATEGIS

 

Perencanaan strategis merupakan sebuah proses pembangunan lembaga yag memiliki visi dan gagasan besar perlu didukung oleh suatu analisa strategis. Analisis terhadap dimensi eksternal maupun internal dilakukan untuk mengidentifikasi sejumlah isu yang menjadi faktor penentu dan karenanya harus dicermati dalam perumusan kebijakan dan program. Secara kategoris, analisis terhadap dimensi eksternal bermuara pada isu-isu strategis dalam bentuk ancaman dan peluang, sedangkan analisis terhadap dimensi internal berujung pada identifikasi isu-isu strategis dalam bentuk kekuatan dan kelemahan organisasi.

 

Identifikasi inilah yang menjadi kunci utama dalam proses pelembagaan dan pemantapan kapasitas Fakultas syariah dan Hukum kedepan. Berikut pen­jabaran peta komponen strategis Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

  1. Kekuatan
  2. Fakultas Syariah dan Hukum merupakan salah satu fakultas besar di lingkungan UIN Syarif Hi­dayatullah Jakarta yang memilki tanggung jawab dan peran untuk meningkatkan kemam­puan akademik dan/atau profesional handal dan terdepan dalam kajian Ilmu Syariah dan Ilmu Hukum bagi lulusannya serta sejalan de­ngan visi besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuju World Class University.
  3. Fakultas Syariah dan Hukum memiliki tradisi yang unggul dalam pengembangan studi-studi keislaman (Islamic studies). Hal tersebut dapat menjadi basis keunggulan kompetitif (competitive advantages) sebagai bagian dari upaya menuju World Class University.
  4. Program studi non-islamic studies membuka peluang Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah membangun keunggulan komparatif (comparative advantages) terhadap perguruan tinggi umum.
  5. Perkembangan pesat berbagai pusat kajian dan penelitian, yang sebagian di antaranya su­dah memiliki rekognisi internasional. Mereka me­main­kan peran penting dalam mengembang­kan budaya akademik sivitas akademika.
  6. Peningkatan jumlah mahasiswa selama periode 2007-2015 mengindikasikan tingginya minat masyarakat untuk menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah.
  7. Kualitas SDM berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagian besar memiliki pendidikan ter­akhir S-2 dan S-3, terutama pada SDM te­naga pendidik (dosen) yang menyelesaikan pen­di­dikannya di dalam dan luar negeri (Barat dan Timur Tengah).
  8. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hida­yatullah memiliki prasarana dan sarana yang secara umum memenuhi standar pelayanan pen­didikan tinggi.
  9. Potensi kerjasama dan jaringan yang luas de­ngan berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah baik dalam maupun luar negeri.
  10. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran dari APBN, di samping dukung­an penerimaan dari masyarakat (PNBP) yang semakin meningkat, yang dipicu terutama oleh pertumbuhan jumlah mahasiswa baru dari ta­hun ke tahun.
  11. Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah memiliki peran penting dan po­sisi strategis dalam berbagai lini dan profesi di pemerintahan, lembaga swasta, dan kema­syarakatan.

 

  1. Kelemahan
  2. Perkembangan program studi yang pesat kurang diimbangi dengan perencanaan pelaksanaan, koordinasi, dan regulasi yang matang dan kom­prehensif. Selain itu, pemantauan dan eva­luasi terhadap program studi juga belum dilak­sa­nakan secara optimal.
  3. Pada aspek SDM, terdapat ketimpangan pada konfigurasi keahlian dosen PNS. Sebagian besar dosen PNS memiliki latar belakang bidang Islamic Studies. Akibat dari ketimpangan ini, rasio dosen PNS-mahasiswa pada program studi non-Islamic Studies belum berada pada rasio ideal 1:30.
  4. Pemanfaatan teknologi informasi dan komuni­kasi (TIK) untuk bidang akademik belum op­timal. Hal ini disebabkan masih terbatasnya kompetensi penggunaan TIK di kalangan sivitas akademika.
  5. Relevansi, dan manfaat penelitian yang umum­nya belum banyak menyentuh kebutuhan pe­ngembangan ilmu dan dinamika kebutuhan dan permasalahan masyarakat dan bangsa.
  6. Tradisi ilmiah penelitian untuk publikasi ilmiah internasional masih rendah, hal ini disebabkan karena kemampuan bahasa asing dan meto­do­logi penelitian yang terbatas.
  7. Implementasi nota kesepahaman (MoU) dengan kalangan institusi Nasional dan internasional belum optimal terutama untuk kegiatan-kegi­atan program kerjasama yang konkret.
  8. Keterbatasan ruang untuk pengembangan pro­gram studi atau kajian sehingga meng­hambat akselerasi pembukaan studi baru.

 

  1. Ancaman
  2. Menguatnya pengaruh politik dalam perumusan kebijakan pemerintah, termasuk dalam bidang pendidikan, berpotensi mengarah pada politisasi yang mengancam obyektivitas suatu kebijakan.
  3. Menguatnya proses politik berpotensi menjadi perangkap yang dapat menyeret baik bagi lembaga maupun individu sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah ke dalam politik prak­tis yang sarat konflik kepentingan dan mengabai­kan norma-norma akademik.
  4. Pertumbuhan ekonomi belum optimal dapat berakibat pada masih tingginya potensi angka pengangguran terbuka, terutama bagi angkatan kerja lulusan perguruan tinggi.
  5. Meningkatnya gejala pragmatisme berpotensi melahirkan disorientasi moral pada masyarakat. Pragmatisme juga berpotensi menjadi ancaman terhadap pelaksanaan norma-norma akademik kampus, yang tercermin antara lain dalam kasus plagiarisme baik di kalangan mahasiswa maupun dosen.
  6. Meningkatnya gerakan keagamaan radikal yang intoleran dan cenderung menghalalkan kekerasan mengancam integrasi bangsa dan merugikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta se­bagai Perguruan Tinggi Agama Islam yang meng­usung pemahaman keagamaan yang kritis, progresif, moderat dan toleran.
  7. Meningkatnya iklim kompetisi di kalangan per­guruan tinggi. Selain ditandai dengan gencar­nya promosi perguruan tinggi terkemuka man­canegara seiring berlakunya pasar bebas jasa, kompetisi untuk menjadi world class university di kalangan perguruan tinggi dalam negeri juga cukup marak.
  8. Keberadaan perguruan tinggi swasta di Indo­nesia pada umumnya, dan di wilayah Tangerang khususnya, berpotensi menjadi alternatif pilih­an bagi calon mahasiswa baru.
  9. Peluang
  10. Kondisi makro perekonomian nasional yang cenderung membaik memungkinkan peme­rintah meningkatkan anggaran pembiayaan pendidikan. Kondisi ini memberikan peluang bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mem­percepat pencapaian World Class Univer­sity.
  11. Dukungan Kementerian Agama untuk pengem­bangan pendidikan Islam dewasa ini semakin meningkat.
  12. Dengan status sebagai Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Syariah dan Hukum memiliki peluang untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan secara mandiri dan berkelanjutan.
  13. Dengan komitmen UIN Jakarta untuk mem­bangun sebuah kultur akademik yang me­nge­­depankan kritisisme, objektivitas dan integ­ri­tas bagi segenap sivitas akademika, UIN Jakarta memiliki peluang untuk menciptakan kehi­dup­an politik bangsa yang lebih sehat melalui kip­rah alumninya yang memiliki karakter seperti tersebut di atas.
  14. Meningkatnya kesadaran akan bahaya ra­dikal­isme agama dan pentingnya saling pe­ngertian antar umat beragama merupakan peluang bagi penguatan eksistensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai institusi yang konsisten dan terdepan dalam pengembangan dan penye­barluasan pemahaman keagamaan Islam yang progresif dan toleran di Indonesia.

 

  1. KERANGKA PENGEMBANGAN

 

Pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum 2015-2019 difokuskan pada tiga tahapan utama. Penekanan pengembangan fakultas mencakup aspek sistem dan sarana prasarana untuk menunjang pola kerja akademik dan administrasi. Penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Ketiga, pembentukan benchmarking fakultas sesuai dengan visinya yaitu handal dan terdepan dalam kajian syariah dan hukum. Pada yang terakhir ini ditekankan pada proses penguatan world class university.

  1. Visi, Misi dan Tujuan 2015-2019
  2. Visi

Terwujudnya Fakultas Syariah dan Hukum sebagai Fakultas yang Unggul, Handal, dan Terdepan dalam Pengkajian, Pengembangan, dan Pengintegrasian serta Penerapan Ilmu Syariah, Ilmu Hukum dan Hukum Ekonomi Sya­riah yang berorientasi pada Nilai-nilai Ke-islam­an, Kemanusiaan, dan Ke-Indonesiaan”.

  1. Misi
  • Melaksanakan pengajaran dan pendidikan yang integratif dalam ilmu-ilmu syariah, ilmu hukum dan ilmu ekonomi Islam baik yang bersifat teroritis maupun praktis;
  • Mengembangkan dan menerapkan ilmu-ilmu syariah, ilmu hukum dan ilmu ekonomi Islam yang berbasis penelitian;
  • Memberikan landasan ahklak dan moral ter­hadap pengembangan dan praktek ilmu-ilmu syariah, ilmu hukum dan ilmu ekonomi Islam di masyarakat;
  • Mengembangkan dan membina kehidupan civitas akademika yang menjunjung tinggi kebenaran akademis, keterbukaan, kritis, kreatif, dan inovatif serta tanggap terhadap perubahan-perubahan sosial, baik dalam skala nasional, regional maupun global;
  • Menyelenggarakan manajemen modern pe­rguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, profesionalisme, dan keterbukaan serta memi­liki daya saing yang tinggi dan kuat;
  • Memupuk dan menjalin kerjasama yang sa­ling menguntungkan dengan lembaga-lem­baga pemerintah maupun non-pemerintah, perguruan tinggi, industri dan lain-l;ain, baik dalam maupun luar negeri dan;
  • Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap upaya implementasi syariah Islam dalam konteks keindonesiaan sekaligus kemo­dernan.
  1. Tujuan
  • Tujuan pendidikan program sarjana bidang Ilmu Syariah dan Hukum adalah menyiapkan Peserta didik atau mahasiswa menjadi Sarjana Hukum Islam, Sarjana Ekonomi Islam dan atau Sarjana Hukum yang kompeten di bidangnya. Dan untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut;
  • Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kecerdasan dan kemampuan akademik dan/atau profesional di bidang imu-ilmu syariah, ilmu hukum dan ilmu ekonomi Islam dan;
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan di bidang ilmu-ilmu syariah, ilmu hukum dan hukum ekonomi Islam, serta mampu mengupayakannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebu­da­yaan nasional.

 

  1. Kerangka Pengembangan UIN Jakarta Menuju World Class University

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki ko­mitmen untuk mengembangkan lembaga Pendidikan Tinggi Islam kelas dunia (world class university). World Class University adalah universitas yang mendapatkan pengakuan global, yang ditandai dengan reputasi akademik yang unggul, lulusan yang berdaya saing, jumlah sitasi dosen yang tinggi, rasio dosen dan Mahasiswa yang ideal, serta jumlah mahasiswa dandosen asing yang tinggi.

Kerangka kebijakan UIN Jakarta dalam merumus­kan visi, misi dan programnya meru­juk kepada berbagai dokumen Renstra seba­gaimana disebut di atas.Substansi dari berbagai regulasi tersebut menunjukkan adanya orien­tasi yang kuat pada peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi yang berbanding lurus dengan tuntutan terhadap penguatan posisi strategis (strategic positioning) perguruan tinggi. Dalam berbagai dokumen perencanaan tersebut, perguruan tinggi ditempatkan sebagai garda terdepan dalam proses peningkatan daya saing bangsa dalam kancah internasional. Dalam konteks inilah, visi pengembangan per­guruan tinggi dalam skala nasional menuju World Class University menjadi sangat relevan.

Dalam merespon kebijakan tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah merumuskan visi, misi dan tujuannya dalam beberapa tahap (milestones) yang pada akhirnya diharapkan akan mengantarkan UIN Jakarta menjadi salah satu World Class university (WCU)pada tahun 2026. Perumusan visi, misi dan tujuan yang berorientasi pada WCU tersebut, bukan hanya sebagai respon yang bersifat reaktifterhadap isu pembangunan perguruan tinggi bertaraf internasional, tetapi juga didorong oleh cita-cita luhur untuk ikut mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas, yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya sumberdaya manusia yang unggul, pengembangan ilmu pengetahuan yang berkesinambungan, dan pemanfaatan ilmu untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai strategi dalam rangka merea­li­sasi­kan visi tersebut, Renstra jangka panjang UIN Jakarta disusun dalam3 (tiga) tahapan (milestones) se­bagai berikut:

  1. Tahap Capacity Strengthening (2012-2016)

Tahap ini difokuskan pada pembenahan internal dan pembangunan karakter kelemba­gaan baik pada aspek substansi akademik me­lalui pengembangan budaya penelitian dan penguatan kerangka integrasi keilmuan maupun aspek tata kelola kelembagaan dan keuangan.Keberhasilan tahap ini ditandai de­ngan terpenuhinya berbagai kondisi kelem­bagaan baik dari sisi sistem akademik, tata kelola kelembagaan yang meliputi keuangan, organisasi dan sumber daya manusia maupun ketersediaan sarana prasarana sebagaimana yang dituangkan dalam matriks sebagaimana terlampir.

  1. Tahap Progressing towards Excellence (2017-2021)

Tahap ini difokuskan pada peningkatan kinerja pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi) dalam kesatuan yang sinergis. Pada tahap ini pengembangan diorientasikan pada peningkatan penyelenggaraan jaminan mutu pendidikan baik pada aspek akademik maupun aspek non akademik.Keberhasilan tahap ini ditandai dengan meningkatnya kerjasama UIN dengan berbagai institusi baik di dalam mau­pun luar negeri.Pada tahap ini UIN Jakarta diharapkan sudah masuk menjadi salah satu dari 100 universitas terbaik di Asia.

  1. Tahap Global Recognition (2022-2026)

Kebijakan pada tahap ini difokuskan pada penguatan eksistensi dan daya saing UIN Syarif Hidayatullah pada taraf internasional. Keber­hasilan tahap ini ditandai dengan terpenuhinya seluruh indikator world class university dan tampilnya UIN Syarif Hidayatullah di jajaran 300 perguruan tinggi teratas dunia versi lembaga pemeringkat universitas yang kredibel.

 

  1. KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS

 

Alur Kebijakan, Program Kegiatan dan Kegiatan

Kebijakan strategis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diturunkan dari empat tujuan Renstradan dikelompokkan dalam empat kelompok (cluster) kebijakan, Fakultas Syariah dan Hukum merujuk dan memperhatikan visi dan misi, potensi dan permasalahan, dan arah kebijakan pembangunan, serta Renstra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012-2016, ditetapkanlah program dan kegiatan Fakultas Syariah dan Hukum Tahun 2015-2019, antara lain:

–    Kebijakan Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran;

–    Kebijakan Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat;

–    Kebijakan Peningkatan Efektifitas dan Efisie­nsi Struktur Organisasi

–    Kebijakan Peningkatan Penegakan Prinsip-prinsip Tata Kelola Universitas yang Baik.

 

Masing-masing cluster kebijakan di atas me­lahirkan sejumlah kebijakan strategis yang ber­fungsi sebagai acuan dalam penyusunan program, kegiatan, indikator dan target capaian.

 

Kebijakan, Program dan Kegiatan Fa­kultas Syariah dan Hukum

  1. Kategori Kebijakan Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran
  2. Kebijakan Peningkatan Keunggulan Berbasis In­tegrasi Keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan.

Kebijakan ini diwujudkan melalui program pengembangan keunggulan kompetitif dan komparatif; yang direalisasi melalui serang­kaian kegiatan, yaitu: (i) pengembangan epis­temologi keilmuan syariah dan hukum de­ngan keunggulan perpektif keislaman dan ke­indonesiaan; (ii) pengembangan asosiasi/konsorsium keilmuan untuk studi syariah dan hukum; (iii) seminar ilmiah nasional dan internasional berkala dalam disiplin ilmu syariah dan hukum; (iv) implementasi ke­rangka dasar integrasi keilmuan antara ilmu syariah dan ilmu hukum; (v) penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran; (vi) penerapan standar kualitas bahasa asing (TOEFL dan TOAFL); (vii) revisi deskripsi, silabus dan SAP matakuliah; (viii) pemberian fasilitas keterlibatan dosen dalam seminar internasional; (ix) penyusunan modul mata kuliah program studi; dan (x) peningkatan kualitas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa.

  1. Kebijakan Penguatan Program Studi

Kebijakan ini diwujudkan melalui program penguatan program studi, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) penguatan ka­pa­sitas program studi dalam keilmuan, riset dosen dan kegiatan mahasiswa; (ii) peny­usunan spesifikasi program studi; (iii) penguat­an konsorsium ke­ilmuan dosen yang serumpun; (iv) revisi buku pedoman akademik program studi-program studi; (v) peningkatan pemanfaatan data base judul-judul skripsi mahasiswa berbasis IT; (vi) peningkatan mutu program double degree; (vii) peningkatan dan pengembangan kelas in­ternasional; (viii) pelaksanaan akreditasi dan evaluasi diri program studi untuk mem­pertahankan nilai akreditas A bagi setiap pro­gram studi; (ix) pelaksanaan evaluasi Pro­gram Studi (internal dan eksternal); (x) penye­diaan tenaga pengadministrasi Pangkal­an Data Pergu­ruan Tinggi (PDPT); dan (xi) pembentukan dan penguatan pusat-pusat studi.

  1. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah pro­gram, yaitu:

1)  Program pengembangan kurikulum, yang di­rea­lisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengem­bangan kurikulum berbasis keunggulan aka­demik dan profesi; (ii) telaah kurikulum secara periodik; (iii) restrukturisasi kurikulum pro­gram studi berbasis KKNI dan SNPT; (iv) pene­rapan jumlah SKS secara tepat dalam proses perkuliahan; dan (v) revisi atas pedoman penulisan skripsi dan tesis mahasiswa.

2)  Program penggunaan teknologi informasi da­lam aktivitas pembelajaran, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) penyediaan fasilitas teknologi informasi dalam aktivitas pembelajaran melalui internet, intranet dan e-learning; dan (ii) peningkatan penggunaan teknologi informasi oleh dosen dalam rangka penerapan keterampilan penggunaan e-collabo­rative-learning-teaching.

3)  Program peningkatan kompetensi mengajar dosen dan kualitas belajar mahasiswa, yang di­rea­lisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pe­nyediaan teaching and learning unit/team di Fakultas; (ii) pelaksanaan team teaching dalam mata kuliah tertentu; (iii) peningkatan teaching skills dosen; (iv) pembuatan baseline studi akademik dosen; dan (v) peningkatan ke­mampuan dosen dalam membimbing prak­tikum.

  1. Kebijakan Peningkatan Ketersediaan Dosen Berkualifikasi dan Berkompetensi Tinggi

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah pro­gram, yaitu:

1)  Program peningkatan manajemen penye­diaan dosen Fakultas, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pemetaan kebutuhan dosen ber­dasarkan program studi; (ii) standarisasi proses rekruitmen dan pengangkatan dosen tetap; dan (iii) standarisasi proses rekruitmen dan pengangkatan dosen tidak tetap.

2)  Program rekruitmen dan pengangkatan dosen berdasarkan program studi, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) rekruitmen dan pengangkatan dosen tetap berdasarkan program studi; dan (ii) rekruitmen dan pengangkatan dosen tidak tetap berdasarkan program studi.

3)  Program peningkatan kualifikasi dan kom­petensi dosen berdasarkan kebutuhan program studi, yang direalisasi melalui kegiatan-ke­giatan: (i) fasilitasi pencarian beasiswa peningkatan kualifikasi pendi­dikan dosen; (ii) fasilitasi sertifikasi profesi dosen; (iii) peningkatan kualitas kompetensi komunikasi berbahasa asing bagi dosen; (iv) peningkatan kemampuan bahasa asing bagi dosen; (v) penerapan dan pengawasan kode etik dosen; dan (vi) peningkatan exchange faculty, visiting professor dan visiting fellows.

4)  Program pengusulan guru besar dan lektor kepala berdasarkan kualifikasi akademik, kom­­petensi dan kebutuhan program studi, yang direalisasi melalui kegiatan-ke­giatan: (i) fasili­tasi kenaikan pangkat akade­mik dosen; (ii) pengusulan guru besar ber­dasarkan kebutuhan program studi; dan (iii) pengusulan lektor kepala berdasarkan kebu­tuhan program studi.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Ketersediaan Prasarana dan Sarana Pendidikan yang Bermutu

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan manajemen penye­dia­an prasarana dan sarana pendidikan, yang di­realisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pe­metaan kebutuhan prasarana dan sarana berdasarkan standar prasarana dan sarana per­guruan tinggi; (ii) penyusunan rencana induk pengembangan prasarana dan sarana pendidikan; (iii) perumusan SOP penyediaan, penggunaan, pengamanan, dan pemeliharaan prasarana dan sarana pendidikan; (iv) pem­bentukan tim pengadaan prasarana dan sarana pendidikan di Fakultas; dan (v) penguatan pengelola program studi berbasis keilmuan yang relevan.

2)  Program peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana akademik umum yang bermutu, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan kualitas prasarana dan sarana perkuliahan; (ii) peningkatan kualitas prasarana dan sarana perpustakaan; (iii) penambahan koleksi buku-buku referensi perkuliahan yang memadai; (iv) penyediaan koleksi jurnal ilmiah nasional dan internasional dengan cara ber­langganan; (v) penyusunan buku pedoman penggunaan perpustakaan, baik konvensional maupun digital; (vi) penyediaan e-library dan digital-library; (vii) peningkatan kualitas pra­sarana dan sarana teknologi informasi dan komunikasi; (viii) pengembangan sistem pem­belajaran berbasis teknologi informasi; (ix) peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana bagi dosen; (x) peningkatan aksesiblitas jaringan internet; (xi) penyediaan jaringan komunikasi dan informasi terpadu; (xii) penyediaan dan peningkatan peralatan multimedia di setiap ruangan; (xiii) penyediaan sarana dan prasarana kegiatan olahraga dan seni untuk maha­sis­wa, karyawan dan dosen; (xiv) penataan dan pemeliharaan keindahan dan kenyaman ta­man; (xv) penyediaan prasarana dan sarana ke­ber­sihan; (xvi) penyediaan dan penataan prasarana dan sarana perparkiran; (xvii) pen­ingkatan fasilitas taman baca dan tempat yang kondusif bagi aktivitas ilmiah mahasiswa; (xviii) peningkatan kualitas pengelolaan dan pemeliharaan kendaraan dinas; (xix) penye­diaan sistem keamanan bagi setiap ruangan; (xx) peningkatan fasilitas ruang kerja guru besar; (xxi) peningkatan layanan kepada dosen; (xxii) renovasi fasilitas gedung sesuai kebutuhan; dan (xiii) penyediaan prasarana dan sarana bagi organisasi kemahasiswaan.

3)  Program peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana akademik khusus yang bermutu, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan kualitas laboratorium; (ii) pe­nye­diaan dan penguatan laboratorium khusus program studi; (iii) peningkatan fasilitas prak­tikum-praktikum; dan (iv) peningkatan mutu pelayanan laboratorium Fakultas.

4)  Program peningkatan kualitas prasarana dan sarana penunjang, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) fasilitasi pengembangan fasilitas olahraga dan seni yang berstandar; dan (ii) pengembangan unit-unit kajian dan kegiatan mahasiswa Fakultas.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Mutu Input Mahasiswa

Kebijakan ini diwujudkan melalui program peningkatan kualitas sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru, yang direalisasi melalui ke­giatan-kegiatan: (i) pengembangan sistem in­formasi penerimaan mahasiswa baru; (ii) sosialisasi penerimaan mahasiswa baru; (iii) perumusan ambang batas minimum kelulusan mahasiswa berdasarkan program studi; (iv) perumusan kuota mahasiswa tiap program studi; dan (v) peningkatan kualitas sistem penerimaan mahasiswa baru program magister.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Mutu Mahasiswa

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan kualitas mahasiswa baru, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) orientasi basic academic skills bagi mahasiswa baru; (ii) matrikulasi baca-tulis al-Qur’an bagi mahasiswa baru; (iii) matrikulasi keterampilan beribadah bagi mahasiswa baru; (iv) matrikulasi bahasa asing bagi mahasiswa baru; dan (v) matrikulasi bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing.

2)  Program peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) standarisasi mutu kegiatan mahasiswa; (ii) partisipasi mahasiswa dalam berbagai bidang kegiatan; (iii) pengembangan database partisipasi mahasiswa dalam berbagai bidang kegiatan; dan (iv) fasilitasi kelompok-kelompok studi (halaqah) mahasiswa.

3)  Program peningkatan kualitas belajar maha­siswa, yang direalisasi melalui kegiatan-ke­giatan: (i) monitoring perkembangan akademik mahasiswa; (ii) penyediaan lingkungan be­la­jar yang kondusif; dan (iii) penyusunan dan penerapan sistem asistensi pengajaran dan penelitian bagi mahasiswa senior yang berkompeten.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Lulusan

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan kualitas manajemen lulusan, yang direalisasi melalui kegiatan-ke­giatan: (i) tracer study atas kegiatan/peke­rjaan alumni; (ii) pengembangan career development center; (iii) penguatan kapasitas manajemen IKALUIN; (iv) penyelenggaraan survei kepuasan pengguna terhadap lulusan; dan (v) peningkatan dan penguatan peran dan kontribusi alumni bagi Fakultas.

2)  Program peningkatan kompetensi profesional lulusan, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan kerjasama dengan dunia profesi, instansi pemerintah dan instansi swasta; (ii) peningkatan kerjasama beasiswa melanjutkan pendidikan; (iii) penyelenggaraan pelatihan profesi-profesi kerja terkait syariah dan hukum; (iv) apresiasi/penghargaan terhadap mahasiswa berprestasi gemilang; dan (v) peningkatan fasilitasi permagangan mahasiswa.

  1. Program peningkatan kompetensi kewira­usahaan lulusan, yang direalisasi melalui ke­giatan-kegiatan: (i) integrasi pendidikan kewi­rausahaan dalam kurikulum; (ii) bimbingan dan konsultasi kewirausahaan melalui career development center; dan (iii) pelatihan kewira­usahaan bagi mahasiswa.
  2. Program peningkatan kompetensi personal dan interpersonal lulusan, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan mutu karya akademik lulusan; (ii) integrasi pendidikan karakter profesional dalam kurikulum; (iii) bimbingan dan konsultasi karakter profesional melalui career development center; (iv) penyelenggaraan forum silaturahim alumni secara reguler; (v) penye­lenggaraan perlombaan-perlombaan bagi maha­siswa; (vi) penyediaan dan pembinaan media publikasi ilmiah mahasiswa; (vii) pembina­an integritas dan moralitas mahasiswa; (viii) pe­rumusan dan penerapan etika organisasi kemahasiswaan; (ix) penyusunan manual organi­sasi kemahasiswaan; (x) penyelenggaraan pela­tihan administrasi dan keuangan bagi pengurus organisasi kemahasiswaan; (xi) pelatihan bahasa asing bagi mahasiswa; (xii) fasilitasi pengem­bangan minat dan bakat mahasiswa; dan (xiii) fasiltasi bimbingan dan konsultasi mahasiswa.

 

  1. Kategori Kebijakan Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian Kepada Masyarakat
  2. Kebijakan Penguatan Basis Struktur Penelitian

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program standarisasi mutu, relevansi dan manfaat penelitian, yang direalisasi melalui kegiatan penyusunan standar mutu, relevansi dan manfaat penelitian.

2)  Program pengembangan kerangka tematik penelitian berdasarkan disiplin ilmu syariah dan hukum, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan kerangka tematik penelitian bidang hukum keluarga; (ii) pengem­bangan kerangka tematik penelitian bidang hukum pidana; (iii) pengembangan kerangka tematik penelitian bidang hukum tatanegara; (iv) pengembangan kerangka tematik penelitian bidang hukum bisnis/hukum ekonomi; dan (v) pengembangan kerangka tematik penelitian bidang perbandingan hukum.

3)  Program peningkatan kompetensi dosen pene­liti, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan research skills dosen; (ii) peningkatan kapasitas penulisan karya ilmiah dosen; (iii) workshop metodologi penelitian; (iv) workshop penulisan ilmiah berbasis hasil penelitian; dan (v) pelatihan metodologi riset bidang ilmu syariah dan hukum secara reguler.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Budaya Riset di Kalangan Civitas Akademika

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan partisipasi penelitian dosen dan guru besar, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) fasilitasi peningkatan kuota judul penelitian dosen; dan (ii) fasilitasi peningkatan sumber dana/penyandang dana penelitian (DIPA, BLU, kerjasama, dan sebagainya).

2)  Program diseminasi hasil penelitian, yang di­realisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pe­nyelenggaraan research day; (ii) publikasi abstrak hasil penelitian melalui booklet dan website; (iii) fasilitasi penerbitan buku hasil penelitian dosen; dan (iv) komputerisasi data base karya ilmiah mahasiswa dan dosen.

3)  Program peningkatan kualitas penelitian maha­siswa, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pelatihan metodologi riset bagi mahasiswa; (ii) fasilitasi dan apresiasi karya ilmiah terbaik mahasiswa; (iii) publikasi hasil penelitian mahasiswa; dan (iv) pelibatan mahasiswa dalam aktivitas penelitian dosen.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Mutu, Relevansi dan Manfaat Penelitian

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan kualitas penelitian dosen dan guru besar, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) fasilitasi publikasi hasil penelitian dosen dan guru besar pada jurnal nasional; (ii) fasilitasi publikasi hasil penelitian dosen dan guru besar pada jurnal internasional; (iii) penerbitan dan diseminasi karya ilmiah dosen; (iv) peningkatan kualitas publikasi karya ilmiah dosen; dan (v) pemberian penghargaan terhadap karya ilmiah dosen yang dipublikasikan di jurnal internasional terakreditasi.

2)  Program pengembangan kerjasama dengan asosiasi profesi, instansi pemerintah dan in­stansi swasta dalam rangka pemanfaatan hasil penelitian, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan kerjasama dengan asosiasi profesi dalam rangka pemanfaatan hasil penelitian; (ii) pengembangan kerjasama dengan instansi pemerintah dalam rangka pemanfaatan hasil penelitian; dan (iii) pe­ngembangan kerjasama dengan instansi swasta dalam rangka pemanfaatan hasil penelitian.

3)  Program pemanfaatan hasil penelitian bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ber­dasarkan hasil penelitian.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Manajemen Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program pengembangan manajemen tim pe­nelitian dan tim pengabdian masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) sinergi proyek penelitian dengan proyek pengabdian masyarakat; dan (ii) penguatan tim penelitian dan tim pengabdian masyarakat.

2)  Program peningkatan mutu dan manfaat pub­likasi ilmiah, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan mutu berkala ilmiah/jurnal ilmiah; (ii) peningkatan mutu publikasi buku ilmiah; (iii) peningkatan kapasitas tim pengelola jurnal ilmiah; dan (iv) peningkatan akreditasi jurnal ilmiah.

3)  Program pengembangan kerjasama, yang di­realisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengem­bangan kerjasama penelitian dan pengabdian masyarakat dengan berbagai instansi di dalam negeri; dan (ii) pengembangan kerjasama pe­nelitian dan pengabdian masyarakat dengan berbagai instansi di luar negeri.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Akses Informasi

Kebijakan ini diwujudkan melalui program pengembangan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan integrasi sistem informasi riset dan pengabdian masyarakat.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Mutu dan Manfaat Pengabdian Masyarakat

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan kapasitas manajemen tim pengabdian masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan perumusan standar mutu pe­nyelenggaraan pengabdian masyarakat.

2)  Program peningkatan mutu dan relevansi pengabdian masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peningkatan pemanfaatan hasil penelitian dalam pengabdian masyarakat; (ii) pemetaan sasaran dan model pengabdian masyarakat; dan (iii) pembentukan lembaga advokasi dan pendampingan bagi masyarakat.

3)  Program monitoring dan evaluasi dampak p­e­ngabdian masyarakat, yang direalisasi melalui kegiatan monitoring dan evaluasi dampak pengabdian masyarakat secara berkala.

 

  1. Kategori Kebijakan Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Struktur dan Organisasi
  2. Kebijakan Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Struktur dan Organisasi

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Review tugas dan fungsi setiap unit di Fakultas, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) penelaahan dan assesment terhadap tugas dan fungsi unit-unit di Fakultas; dan (ii) perumusan struktur organisasi unit-unit di Fakultas berda­sarkan hasil telaah tugas dan fungsi; dan (iii) audit kinerja unit-unit di Fakultas secara berkala.

2)  Reorganisasi unit-unit di Fakultas berdasarkan tugas dan fungsi, yang direalisasi melalui kegiatan: (i) penyusunan naskah akademik tentang urgensi reorganisasi unit-unit ber­dasarkan tugas dan fungsi; dan (ii) pelaksanaan reorganisasi unit-unit di Fakultas berdasarkan tugas dan fungsi.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Koordinasi dan Sinergi antar Unit pada Area Kunci Managerial

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan koordinasi dan sinergi antar unit di Fakultas, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) rapat pimpinan secara berkala; dan (ii) rapat koordinasi secara berkala.

2)  Program sistem informasi dan komunikasi antar unit di Fakultas, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pembuatan aplikasi pengambilan keputusan secara online; dan (ii) pembuatan aplikasi sistem informasi dan komunikasi internal di Fakultas.

 

  1. Kebijakan Penguatan Koordinasi Pengelolaan Program Pascasarjana

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program penguatan program magister di Fakultas, yang direalisasi melalui kegiatan workshop penge­lolaan program magister, peningkatan kualitas lulusan, sosialisasi program untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, membangun budaya akademik yang kondusif serta penguatan sistem belajar-mengajar secara optimal.

  1. Kategori Kebijakan Peningkatan Penegakan Prinsip-Prinsip Tata Kelola Fakultas yang Baik
  2. Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Manaje­men Akademik

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program pengembangan sistem penjaminan mutu, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiat­an: (i) pengembangan standar penjaminan mutu; (ii) pengembangan standar bidang keilmuan; (iii) pengembangan sistem informasi penjaminan mutu; (iv) penyelenggaraan au­dit akademik terhadap mutu pengajaran dan akademik; (v) monitoring dan evaluasi kiner­ja; (vi) peningkatan nilai akreditasi nasional program studi; (vii) peningkatan nilai akreditasi internasional program studi; dan (viii) pengem­bangan instrumen evaluasi kendali mutu aka­demik.

2)  Program peningkatan layanan penerimaan ma­­ha­siswa baru, yang direalisasi melalui ke­gi­at­an-kegiatan: (i) sistem penerimaan calon ma­ha­siswa baru secara online; dan (ii) registrasi mahasiswa baru secara online.

3)  Program peningkatan layanan akademik maha­siswa, yang direalisasi melalui kegiatan opti­malisasi pemanfaatan sistem informasi aka­de­mik (AIS).

 

  1. Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Manaje­men Sumber Daya Manusia (SDM)

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program peningkatan efektivitas proses rek­ruitmen, yang direalisasi melalui kegiatan-ke­giatan: (i) penyusunan peta pengembangan dan perencanaan SDM berbasis kebutuhan dan kompetensi; (ii) penyusunan SOP rekruitmen berbasis kebutuhan dan kompetensi; dan (iii) pengembangan sistem database pegawai da­lam SIMPEG terintegrasi.

2)  Program pengembangan sistem karir pega­wai, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) assesment dan pemetaan kompetensi pe­gawai; (ii) penyusunan rumpun karir pegawai; dan (iii) penempatan pegawai sesuai dengan keahlian.

3)  Program peningkatan kualitas pegawai, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pe­nyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai; dan (ii) training soft skill bagi pegawai.

4)  Program penilaian dan evaluasi pegawai, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) penyu­sunan indikator dan target kinerja; (ii) pengem­bangan aplikasi penilaian pegawai berbasis teknologi informasi; (iii) penandat­anganan kontrak kinerja pegawai; dan (iv) audit kinerja pegawai.

5)  Program peningkatan kesejahteraan/penghar­gaan bagi pegawai, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan sistem remunerasi; dan (ii) apresiasi terhadap pegawai berprestasi.

6)   Program pascakerja pegawai, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) apresiasi terhadap pegawai yang memasuki pra-pensiun; dan (ii) pembentukan forum pegawai pascakerja (pensiunan).

  1. Kebijakan Peningkatan Akuntabilitas Manaje­men Prasarana dan Sarana

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program pemetaan dan pengembangan pra­sarana dan sarana berbasis kebutuhan, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) peme­taan kebutuhan prasarana dan sarana; (ii) pe­ngembangan standar pemanfaatan prasarana dan sarana; (iii) pengelolaan penggunaan fa­silitas perkuliahan secara terpadu; dan (iv) op­timalisasi pemanfaatan aset.

2)  Program peningkatan pengamanan status hu­kum prasarana dan sarana, yang direalisasi melalui kegiatan inventarisasi kondisi aset.

3)  Program peningkatan akuntabilitas pengelolaan aset, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan sistem pengelolaan aset; (ii) sistem pelaporan barang milik negara (BMN) terintegrasi berbasis teknologi informasi; dan (iii) inventarisasi dan pemutakhiran nilai aset.

 

  1. Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Mana­jemen Perencanaan dan Keuangan

Kebijakan ini diwujudkan melalui sejumlah program, yaitu:

1)  Program penguatan integrasi penyusunan pro­gram dan penganggaran, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan sistem dan mekanisme penganggaran berbasis program dan kinerja; dan (ii) peningkatan kapasitas dalam pe­rencanaan dan penganggaran.

2)  Program penguatan sistem manajemen perben­daharaan dan penatausahaan, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan sistem dan prosedur pelaksanaan anggaran; dan (ii) peningkatan sistem pengendalian manajemen keuangan.

3)  Program optimalisasi pembiayaan dan pen­danaan dalam pengembangan keuangan Fa­kultas, yang direalisasi melalui kegiatan pem­bentukan dana wakaf/dana abadi Fakultas.

4)  Program pengembangan sistem informasi akun­tansi dan pelaporan, yang direalisasi melalui kegiatan-kegiatan: (i) pengembangan manual pro­sedur dan aplikasi pelaporan berbasis web­site; (ii) pelaporan keuangan terintegrasi; dan (iii) peningkatan kualitas publikasi laporan ke­uangan.

 

 

  1. PRIORITAS

 

Penekanan pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum 2015-2019 dalam penguatan menuju UIN Syarf Hidayatullah World Class University difokuskan pada tiga tahapan utama. Pertama, Pengembangan fakultas mencakup aspek sistem dan sarana prasarana untuk menunjang pola kerja akademik dan administrasi; Kedua, Penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Ketiga, pembentukan benchmarking fakultas sesuai dengan visinya yaitu handal dan terdepan dalam kajian syariah dan hukum.

  1. Pengembangan dan penguatan sistem dan in­frastruktur sistem informasi (IT) dalam pe­ngembangan akademik, administrasi dan ke­mahasiswaan (2015)

Pada tahap ini dilakukan pembenahan data base, dokumentasi, jaringan dan sistem kerja setiap jaringan. Pembenahan pada aspek ini diharapkan mempermudah pelaksanaan, mo­nitor­ing dan sistem evaluasi pencapaian yang dilakukan di setiap aspek. Contohnya yaitu, me­ngontrol tingkat proses penyelesaian studi mahasiswa (sub-bag akademik) yang belum menyelesaikan tugas-tugas pra-syarat tugas akhir (skripsi) mencakup komprehensif, sidang proposal dan praktikum melalui jaringan aplikasi yang dimiliki. Pada saat yang sama pengontrolan tentang karya dan aktifitas dosen dalam konteks akademik dan pengabdian bisa dikontrol.

  1. Penguatan kapasitas pendidikan dan pengajaran (2016-2017)

Kegiatan yang akan dilakukan pada periode ini yaitu penguatan kapasitas dosen dalam pengajaran, kemampuan penyediaan sumber referensi dan penulisan buku ajar untuk bahan peningkatan akreditasi dan kepangkatan. Pem­buatan modul materi kuliah dan sistem e-learning akan menjadi perhatian utama. Training penggunaan modul dan sistem evaluasi pendidikan dan pengajaran akan dilakukan secara kontinyu pada tahun ini. Periode ini ditekankan pada pelayanan akademik dan pengabdian dosen pada mahasiswa.

 

  1. Fokus pengembangan fakultas pada pening­katan mutu mahasiswa dan penguatan kapasitas dosen (2018-2019)

Kegiatan utama pada masa ini yaitu pe­ningkatan prestasi mahasiswa di dalam dan luar kampus dan kegiatan-kegiatan kerjasama antar lembaga. Target pencapaian pada masa ini juga yaitu penguatan benchmarking fakultas dalam konteks pendidikan dan pengajaran, penelitian dan jaringan.

 

  1. PEMBIAYAAN

 

  1. Perspektif Pembiayaan

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah berubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sebagaimana diatur dan diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan 69, mendorong dan menguatkan pengelolaan keuangan yang mengedepankan kemandirian, pengelolaan semi swasta dan fleksibilitas keuangan yang akan mengembangkan potensi pengelolaan anggaran dalam hal penerimaan dari kerjasama berbagai sektor. Fleksibilitas pengelolaan dilaksanakan mulai dari perencanaaan, pengelolaan kas, pengelolaan piutang, investasi jangka pendek, pembiayaan dalam skema kewajiban jangka pendek serta pemanfaatan aset dalam rangka mengembangkan potensi dan optimalisasi kekayaan negara.

Dengan demikian, pembiayaan UIN Syarif Hi­dayatullah berdasarkan sumber penerima­an memiliki konfigurasi ideal dengan perim­bangan komposisi penerimaan dari negara dan masyarakat sebagai berikut.

  1. Penerimaan dari negara, 50%
  2. Penerimaan dari masyarakat, 50%, dengan komposisi:

1)  Mahasiswa 25%;

2)  Sektor ekonomi produktif 25%, yang termasuk di dalamnya pengembangan unit-unit usaha yang terintegrasi dalam holding company, kerjasama dengan berbagai lembaga seperti pemerintah daerah dan lembaga donor, hasil dari dana endowment(baik wakaf tunai dan non tunai), serta dana abadi.

 

  1. PENUTUP

 

  1. Pengembangan dan Pelaksanaan Renstra

Renstra Fakultas Syariah dan Hukum 2015-2019 ini dibuat untuk menjadi acuan kerja penyelenggara Fakultas Syariah dan Hukum. Renstra ini merupakan elaborasi dari rumusan visi dan misi Fakultas Syariah dan Hukum dengan menyelaraskan visi dan misi Universitas yang disusun untuk memandu manajeman Universitas dalam melaksanakan misi dan mencapai visinya. Oleh sebab itu, Renstra ini perlu dijadikan komitmen bersama seluruh pihak dalam manajemen Fakultas Syariah dan Hukum, sehingga pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum ini berlangsung secara simultan dan berkesinambungan.

Sebagai pedoman kerja, Renstra ini perlu ditindak lanjuti dengan pembahasan di tingkat unit kerja guna memastikan kerbelangsungan program dan ketercapaian tujuan sesuai indikator dan target yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, masing-masing unit dan sub unit manajemen universitas perlu mengidentifikasi kebijakan, program dan kegiatan dan memastikan bahwa berbagai kebijakan, program dan kegiatan ter­sebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Namun demikian, untuk menghindari adanya tumpang tindih program, kegiatan dan anggaran antar unit, maka koordinasi dan pendekatan yang bersifat sinerjik dalam tahap perencanaan dan implementasi berbagai program dan kegiatan tersebut perlu dilakukan. Sehingga keberadaan unit-unit tersebut dengan segala kekhasannya baik dari visi, misi dan strategi pengembangannya tidak bersifat atomistic, tetapi tetap terhubungkan satu sama lain karena tetap mengacu pada satu payung renstra yang sama, yaitu Renstra Universitas.

 

  1. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan Evaluasi merupakan ba­gian integral dari pelaksanaan Renstra ini. Monitoring dilakukan oleh pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum dengan berpedoman pa­da rencana kerja tahunan. Pada setiap tahun anggaran, Pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum memastikan ketersediaan rencana kerja tahunan yang mengacu pada Renstra Fakultas Syariah dan Hukum dan Renstra Universitas. Selanjutnya para pimpinan meninjau secara berkala efektivitas program-program dan kegiatan-kegiatan tahun berjalan.

Di akhir setiap tahun anggaran, para pim­pinan tersebut melakukan evaluasi dalam bentuk kajian dan analisa terhadap keber­langsungan program dan kegiatan, serta ke­tercapaian target-target yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu acuan untuk penyusunan program dan kegiatan tahun berikutnya.

Di akhir setiap tahapan (milestone), pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum melakukan eva­luasi secara menyeluruh terhadap berbagai kebijakan, program, kegiatan dan indikator yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Evaluasi tersebut meliputi ketepatan perencanaan, keberlangsungan program dan kegiatan, ke­tercapaian indikator dan target, prestasi yang dicapai, dan kendala-kendala yang dihadapi. Hasil evaluasi setiap tahapan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan penting untuk menyusun strategi menuju ke tahap (milestone) berikutnya.

 

TARGET PENCAPAIAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

TAHUN 2015-2019

 

Kategori Kebijakan Kebijakan Program Kegiatan Target Pencapaian
2015 2016 2017 2018 2019

 

I.   Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran A. Peningkatan Keunggulan Berbasis Integrasi Keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan 1. Pengembangan keunggulan kompetitif dan kom­paratif i.   Pengembangan epistemologi keilmuan syariah dan hukum dengan keunggulan perpektif keislaman dan keindonesiaan 20% 40% 60% 80% 100%
ii.  Pengembangan asosiasi/konsorsium keilmuan untuk studi syariah dan hukum 20% 40% 60% 80% 100%
iii. Seminar ilmiah dalam disiplin ilmu syariah dan hukum 30% 50% 80% 100%
iv. Implementasi kerangka dasar integrasi keilmuan antara ilmu syariah  dan ilmu hukum 40% 80% 100%
v.  Penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran 30% 50% 100%
vi. Penerapan standar kualitas bahasa asing (TOEFL dan TOAFL) 30% 50% 100%
vii. Revisi atas deskripsi, silabus dan SAP matakuliah 40% 100%
viii. Pemberian fasilitas keterlibatan dosen dalam seminar internasional 10% 30% 40% 80% 100%
ix. Penyusunan Modul Mata kuliah 10% 30% 50% 80% 100%
x.  Peningkatan kualitas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ilmiah 40% 100%
B. Pemantapan Program Studi 1. Pemantapan Program Studi i.   Penguatan kapasitas program studi 40% 80% 100%
ii.  Penyusunan spesifikasi program studi 100%
iii. Pemantapan dan penguatan konsorsium keilmuan 30% 50% 100%
iv. Revisi atas buku pedoman akademik program studi-program studi 30% 100%
v.  Peningkatan pemanfaatan data komputer penyedia data base judul-judul skripsi mahasiswa 20% 40% 80% 100%
vi. Peningkatan mutu  program double degree 40% 100%
vii. Peningkatan dan pengembangan kelas internasional 20% 30% 70% 100%
viii. Akreditasi dan evaluasi diri program studi dengan nilai akreditasi A 40% 100%
ix. Pelaksanaan evaluasi Program Studi (internal dan eksternal) 40% 100%
x.  Penyediaan tenaga pengadministrasi Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) 50% 100%