Create a Joomla website with Joomla Templates. These Joomla Themes are reviewed and tested for optimal performance. High Quality, Premium Joomla Templates for Your Site

Hukum Keluarga (Family Law)

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah)

 

Visi

Unggul dalam integrasi ilmu hukum keluarga berdasarkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2018.

 

Misi

  • Menyelenggarakan pendidikan hukum keluarga yang integratif, berkualitas, kompetitif, dan relevan untuk pengembangan keilmuan, transformasi sosial, dan peningkatan daya saing bangsa;
  • Menyelenggarakan pendidikan hukum keluarga dengan mengintegrasikan aspek keilmuan, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan;
  • Menyelenggarakan pendidikan hukum keluarga dalam kerangka struktur dan kultur organisasi yang kokoh, berintegritas, dan akuntabel;
  • Menghasilkan lulusan yang profesional, unggul, dan kompetitif dalam bidang hukum keluarga;
  • Mengembangkan program kajian hukum keluarga secara komprehensif sesuai dengan dinamika masyarakat, kemanusiaan, dan dunia global;
  • Melaksanakan pengabdian  masyarakat melalui peran lembaga-lembaga yang berinteraksi dengan masyarakat untuk kemajuan dan pelayanan dalam bidang hukum keluarga.

 

Tujuan

  • Meningkatkan pendidikan dan pengajaran yang integratif, berkualitas, dan kompetitif dalam bidang hukum keluarga baik bersifat teoretis maupun praktis;
  • Meningkatkan kinerja penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat secara sinergis dalam rangka peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan dalam bidang hukum keluarga;
  • Meningkatkan mutu dan kompetensi lulusan dalam bidang hukum keluarga yang memiliki landasan moral dan akhlakul karimah bagi pengembangan dan praksis ilmu-ilmu syariah, khususnya dalam bidang hukum keluarga dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara;
  • Terbentuknya kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, keterbukaan, dan kesetaraan dengan tetap kritis, kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan sosial, baik dalam skala lokal, nasional, dan global;
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama yang saling menguntungkan dengan lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah, baik dalam negeri maupun luar negeri;
  • Meningkatkan penegakan prinsip-prinsip tata kelola dan manajemen modern program studi hukum keluarga yang berorientasi pada kualitas, transpransi, akuntabilitas, dan profesionalitas.

 

Profil Lulusan

  • Hakim. Praktisi hukum yang mampu menerima, memeriksa, mengadili, menyelesaikan/memutus setiap perkara yang diajukan kepadanya secara adil, jujur, profesional, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab di Pengadilan Agama.
  • Panitera. Praktisi hukum yang mampu merencanakan dan melaksanakan pelayanan teknis di bidang administrasi perkara, administrasi umum, dan administrasi lainnya yang berkaitan dengan penyiapan konsep rumusan kebijakan dalam menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas kegiatan kepaniteraan dan kesekretariatan dalam menyusun program kerja jangka panjang dan jangka pendek di Pengadilan Agama.
  • .Praktisi hukum yang memiliki kemampuan dalam memberi jasa bantuan dan advokasi hukum kepada pihak yang berperkara di bidang hukum keluarga, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
  • Konsultan dan Mediator. Praktisi hukum yang memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan nasihat hukum, melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa, serta bagi pihak-pihak yang memiliki masalah hukum dalam bidang hukum keluarga.
  • Pegawai Pengadilan/PPN. Pegawai administrasi Pengadilan Agama dan pegawai administrasi hukum perkawinan yang memiliki kemampuan dalam mengatur pencatatan perkawinan Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama se-Indonesia.
  • Legal Drafter. Praktisi perundang-undangan yang memiliki kemampuan dan ahli dalam merancang naskah akademik, rancangan undang-undang, dan produk perundangan lainnya, terutama dalam bidang hukum keluarga
  • Akademisi/Peneliti. Akademisi yang mampu menjadi dosen, guru, dan pegiat pendidikan dan mampu melakukan desain penelitian dan melaksanakannya untuk kemajuan hukum keluarga.
  • Entrepreneur. Wirausahawan muda mampu secara mandiri membuka lapangan pekerjaan baru untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

 

Gelar Akademik

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (Permenag) No. 33 Tahun 2016, lulusan Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah) memperoleh gelar “Sarjana Hukum” (S.H).