Create a Joomla website with Joomla Templates. These Joomla Themes are reviewed and tested for optimal performance. High Quality, Premium Joomla Templates for Your Site

Berita Bergambar

Bintaro, Berita FSH OnlineFakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan pertemuan forum akademik Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia pada Kamis (1/2) bertempat di hotel Citradream Bintaro. Kegiatan ini merupakan respons perubahan nomenklatur gelar dan banyaknya prodi dilingkungan FSH memiliki output yang sama dalam lapangan kerja. Peserta dalam kegiatan ini tidak hanya  Dekan-Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia turut hadir juga para wakil dekan di lingkungan FSH se-Indonesia. Acara ini dikemas dalam sebuah Focus Group Discussion dengan mengusung tema Resintegrasi Keilmuan dan Restrukturisasi Program Studi Fakultas Syariah dan Hukum.

Dekan FSH UIN Jakarta Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, M.A., yang dalam hal ini sebagai Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Se-Indonesia menyambut baik terhadap antusias para Dekan FSH se-Indonesia yang dapat hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya juga ia menyampaikan perubahan nomenklatur gelar di Lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum dengan banyaknya prodi mempersulit gerak dari pengembangan keilmuan di FSH. Pada perkembangannya semua prodi tersebut ternyata ditampung dalam lapangan kerja yang sama dengan lapangan kerja alumni dari prodi ilmu hukum. Ditambah lagi adalah ketersediaan SDM Dosen yang terbatas.

Sebagaimana disampaikan oleh moderator dalam acara ini Dr. Euis Amalia, M.Ag., “sebelumnya FGD ini sudah dilakukan pada Oktober 2017 yang menghasilkan gagasan restrukturisasi dan rekomendasi terhadap prodi-prodi di lingkungan FSH se Indonesia. Setelah dipelajari, ternyata semua profil lulusannya banyak yang serupa dan perbedaannya hanya ada di sejumlah matakuliah. Sehingga dengan masalah tersebut, mencoba menggagas dan merumuskan untuk membuat prodi Hukum Islam saja atau gagasan baru yang lainnya. Di samping itu, aspek integrasi keilmuan juga harus kita bahas baik dari aspek epistemology, ontology dan aksiologinya”papar euis. Untuk membahas itu, maka kami berharap dalam forum ini dapat memberikan rekomendasi untuk merestrukturisai FSH se-Indonesia, tambahnya lagi (1/2).

Kegiatan ini juga FSH UIN Jakarta menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI Prof. M. Arskal Salim GP., M.A., Ph.D., sebagai narasumber. Ia juga menyampaikan: “Saya sangat senang sekali pada kesempatan hari ini untuk berdialog dalam forum dekan FSH se–Indonesia karena beberapa kali ada forum dekan Saintek dan Tarbiyah yang beberapa kali tidak jadi, syukur hari ini saya pertama kali hadir dalam forum dekan FSH”.

Ia juga menambahkan, “untuk memperluas kesempatan lulusan sarjana syariah dalam menempati lapangan pekerjaan maka perlu adanya dorongan khusus untuk mencapai tersebut. Namun demikian, banyak lulusan FSH yang not ready use, sehingga kita perlu melakukan sesuatu agar tidak ada gab dengan alumni PT lainnya”.

Direktur yang berasal dari UIN Jakarta tersebut juga menjelaskan,  ada 3 aspek untuk mereformasi prodi-prodi di FSH, yaitu: Pertama, Penyederhanaan prodi. Saya ingin di tingkat S1 keilmuan mahasiswa perlu di spealisasi, juga di tingkat S2. Namun demikian, perubahan ini butuh waktu 1-2 tahun karena butuh waktu. Perubahan yang ingin kita lakukan paling tidak terhambat karena 2 hal, yaitu 1). Uang dan 2). Ketakutan karena adanya perubahan. Maka penyederhanaan prodi ini adalah perubahan yang sangat dramatis karena akan ada korban seperti jabatan-jabatan ketua prodi. Tapi jika kita berani melakukan perubahan itu banyak masalah-masalah yang dapat kita atasi seperti Dosen yang memiliki keilmuan kompeten akan semakin terspesialisasi sehingga banyak yang membuat proposal penelitian.

Kedua, Join degree (gelar ganda). Join degree ini dapat diusulkan misalnya dengan cara ada mahasiswa FSH yang juga ingin belajar di FISIP, atau ada mahasiswa FE yang juga ingin mengambil hukum di FSH, sehingga ada MAJOR ada MINOR yang mahasiswa dapatkan. Mahasiswa yang mangambil program tersebut dapat dua gelar, gelar MAJOR dan gelar MINOR. dan,

Ketiga, Penyederhanaan matakuliah. Ada tawaran dari Jerman untuk menawarkan jasa keahlian yang dapat mereview matakuliah di FSH se-Indonesia. Di samping itu, banyak juga matakuliah kita yang masih inward looking, artinya masih merefleksi ke dalam. Kita belum mampu merancang matakuliah yang berwawasan internasional. Di Australia, ada matakuliah Australia on The World. Dalam matakuliah tersebut, mahasiswa diajarkan bagaimana posisi Australia di mata dunia.

Sebagai penutup saya ingin menginformasikan ada program Beasiswa internasional untuk mahasiswa internasional sudah dibuka. Apalagi kemarin Presiden Joko Widodo kemarin sudah kunjungan ke Afghanistan dan kita sudah persiapkan ada 100 mahasiswa yang siap kuliah di UIN-UIN, papar Arskal yang merupakan salah satu guru besar FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, (1/2). [] IH.

February 1, 2018

FSH UIN Jakarta Undang Dekan-Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia Gagas Restrukturisasi Penyederhanaan Prodi-prodi di Lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum

Bintaro, Berita FSH Online – Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan pertemuan forum akademik Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia pada Kamis (1/2) bertempat […]
January 3, 2018

Mahasiswa FSH UIN Jakarta Menjuarai Kompetisi Yuk Nabung Saham

Jakarta, FSH 3/1/2018. Lita Syarifah meraih juara utama Kompetisi Yuk Nabung Saham 2017 dengan hadiah jalan-jalan ke The Stock Exchange of Thailand. Adapun rekannya, Mohamad Aliansyah […]
October 24, 2017

Prodi Hukum Pidana Islam Gencarkan Jihad Melawan Korupsi  

  Ruang Teater Lt. 2, BERITA FSH Online – Korupsi dinilai menjadi tren buruk pada sistem birokrasi Indonesia dan kerap kali disebut sebagai lingkaran setan dalam kekuasaan perpolitikan. […]
October 21, 2017

FSH UIN Jakarta Berhasil Boyong 3 Piala Bergilir Kompetisi Nasional di Bidang Hukum

Gd. FSH, Berita FSH Online – Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sangat mengapresiasi mahasiswanya untuk mengikuti kompetisi-kompetisi di bidang hukum skala nasional. Terbukti, […]